Kasus TPAPD Bolmong, Ivan Sebut MMS Sulit Dijerat

0
682
Kasus TPAPD Bolmong, Ivan Sebut MMS Sulit Dijerat Hukum
Ivan R Bermuli SH

ZONA HUKRIM – Kasus dugaan korupsi Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) tahun 2011 di Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, terus dilanjutkan. Meski kasus ini telah menjerat beberapa pejabat, perhatian warga selama 4 tahun belakangan ini tertuju kepada mantan Bupati Bolmong Dra Hj Marlina Moha Siahaan (MMS) yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal tersebut disusul pernyataan yang dikatakan Kasi Pidsus Kejari Kotamobagu, Ivan Bermuli SH, bahwa mantan Bupati Bolmong 2 periode ini sulit dijerat, karena tidak memiliki cukup bukti. Alasanya kata Ivan, dalam fakta persidangan terungkap kerugian negara sejumlah Rp4.810.425.000 miliar menjadi tanggung jawab Cymmy Wua, kala itu menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintah Desa (Kabag Pemdes).

“Kalau melihat dari keterangan Cymmy C Wua (Mantan Kabag Pemdes) dalam fakta persidangan, itu susah untuk menjerat MMS,” kata Ivan Bermuli, Kamis lalu.

Penyataan Ivan tersebut mendapat tangapan pemerhati hukum kotamobagu, Sehan Ambaru SH. Dirinya menyayangkan nama MMS sering dikait-kaitkan dan terbawa-bawa dalam kasus tersebut.

“Pada proses berjalannya kasus, ternyata MMS tidak terbukti. Nah! Artinya, bahwa bukti formil dan materil tidak terpenuhi. Sehingga P21 dan P21A gugur dengan sendirinya. Maka seharusnya nama MMS dibersihkan atau rehbilitas nama. Dengan diterbitkanya SP3, dan jangan dipaksakan hingga terkesan politis,” ungkap Sehan.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Ketua LSM LPKEL Reformasi, Efendy Abdul Kadir. Menurut dia, dalam beberapa fakta persidangan sudah jelas MMS tidak terbukti. Maka disayangkan jika nama Ibunda dari Politisi Golkar Aditya Didi Moha (SDM) terus diseret dalam kasus ini.(idm/dn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here