Kebagian Kursi Plastik Saat Kampanye, Rusdi Gumalangit Tuai Simpati Netizen

1
261

Kebagian Kursi Plastik Saat Kampanye, Rusdi Gumalangit Tuai Simpati Netizen Politik

ZONA POLITIK – Kampanye terbuka pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongodow Timur, Sehan landjar dan Rusdi Gumalangit digelar di lapangan Arjuna, Desa Purwerejo, Rabu (25/11) kemarin.

Meski kampanye pasangan calon berjargon SERU itu disambut guyuran hujan, namun acara tetap berlangsung meriah.

Menariknya, saat kegiatan terlihat Sehan Landjar beserta Marissa Haque, Sekretaris Jenderal DPP PAN, Eddy Soeparno, dan sejumlah elit politik PAN duduk di kursi sofa berjejer di tengah panggung.

Sementara, hal yang tak biasa terlihat saat Rusdi Gumalngit hanya kebagian kursi plastik, itu pun duduk di ujung panggung.

Kebagian Kursi Plastik Saat Kampanye, Rusdi Gumalangit Tuai Simpati Netizen Politik

Kondisi itu pun menuai banyak respon ketika foto dokumentasinya terunggah di jejaring sosial facebook. Sejumlah komentar dilayangkan para netizen soal hal yang tak lazim itu.

“Sedih,” tulis akun bernama Gunawan.

Hal senada ungkapkan akun bernama Ahmad baso, “Kasiang kang (Kasihan ya),” tulisnya.

“Prihatin,” ungkap Sofian Mamangge mengomentari.(*)

1 KOMENTAR

  1. OPINI
    MANFAAT KARTU SERU
    Oleh Masdar Paputungan

    Kartu Relawan Seru (KRS) yang dikeluarkan oleh Pasangan Sehan-Rusdi pada saat menjelang maupun pasca Pilkada 2015 hingga kini masih terus menuai kontroversi dikalangan masyarakat Boltim khususnya Smile Lovers. Mereka beranggapan bahwa program yang ditawarkan oleh Pasangan SERU melalui pemberian KRS adalah merupakan suatu program yang tidak masuk akal dan dianggap sebagai pembohongan terhadap masyarakat Boltim, dengan alasan bahwa dana APBD Boltim dan PAD Boltim pertahun tdk mencukupi untuk melayani kurang lebih 53 ribu masyarakat wajib pilih yang ada di Boltim.
    Terkait hal ini, saya berpendapat bahwa anggapan dari SMILE LOVERS atas penggunaan KRS ini adalah didasarkan pada jumlah keseluruhan pemegang KRS tanpa melihat tingkat sosial ekonomi masyarakat. Mereka beranggapan bahwa penggunaan kartu tersebut langsung dihitung berdasarkan hasil kali antara jumlah pemegang kartu dan program kerakyatan yang ditawarkan oleh Pasangan SERU, sehingga jumlah dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan program tersebut tidak mencukupi dan dianggap sebagai sesuatu hal yang tidak masuk akal. Dalam menyikapi hal ini, saya berpendapat bahwa mereka tidak memahami betul hal ini dan anggapan Smile Lovers adalah anggapan yang sangat keliru.
    Dalam hal ini, kita harus memahami betul atas penggunaan Kartu Relawan Seru yang dimaksud. Pertama, bahwa relawan Seru yang memegang KRS terdiri dari berbagai profesi dan latar belakang tingkat sosial ekonomi masyarakat. Ada yang berstatus Pegawai Negeri Sipil, Pengusaha, petani dan nelayan. Dari keempat profesi tersebut tidak semuanya akan mendapatkan pelayanan dari manfaat kartu tersebut. Sebagai contoh, tidak mungkin seorang PNS akan menggunakan KRS untuk mendapatkan lahan dan RTLH, pengobatan gratis dan program lainnya. Mengapa saya katakan demikian, karena PNS telah memiliki penghasilan tetap yang dijamin oleh negara serta hak-hak lainnya dari PNS yang telah diatur dalam undang-undang maupun Peraturan Pemerintah sehingga secara otomatis KRS tidak berlaku bagi PNS. Demikian pula bagi para pengusaha sukses, petani sukses dan nelayan sukses yang telah memiliki rumah mewah dan punya mobil tidak mungkin akan menggunakan KRS yang dimaksud. Secara singkat, saya katakan bahwa sasaran prioritas KRS adalah para pelaku usaha kecil dan menengah, petani miskin, nelayan miskin termasuk para janda/duda yang tidak berpenghasilan tetap.
    Kedua, karena sasaran prioritas KRS adalah masyarakat miskin, maka kemungkinan besar semua program yang ditawarkan melalui KRS dapat direalisasikan dalam upaya mengangkat derajat hidup masyarakat miskin agar kehidupan mereka akan lebih baik, tidak kesulitan biaya didalam menyekolahkan anak sampai ke Perguruan Tinggi, mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dan lain sebagainya. Andaikan kita menghitung secara kasar bahwa angka kemiskinan adalah 10 % dari 53 ribu wajib pilih berati hanya ada sekitar 5300 orang yang bisa mendapatkan pelayanan manfaat KRS. Dari jumlah 5300 dikalikan dengan Rp 10.000.000 per tahun, maka dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 53 milyar pertahun. Dana sebesar inilah yang harus disediakan oleh Pemerintah dalam merealisasikan program Seru dimana penggunaannya harus berdasarkan kebutuhan masyarakat miskin antara lain apabila sakit dan perlu perawatan di Rumah Sakit, mengalami kecelakaan, belum memiliki lahan pekarangan/rumah layak huni, meninggal dunia, dan anak petani miskin yang bersekolah/kuliah di Perguruan Tinggi.Saya berani katakan bahwa sebetulnya Kartu Relawan Seru (KRS) ini adalah sebagai kartu WASPADA bagi masyarakat miskin yang sewaktu-waktu dapat dibutuhkan.
    Ketiga, dalam penggunaan KRS Pemerintah Daerah harus membuat regulasi yang baku minimal harus memuat persyaratan diantaranya harus ada SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari Kepala Desa, Foto copy KTP/KK, dan Foto copy KRS (Kartu Relawan Seru) serta persyaratan lainnya.
    Pada asumsi ke-tiga ini saya tentu merasa prihatin sekali kepada masyarakat miskin yang tidak mau mendukung program SERU dan terpengaruh dengan bujuk rayu dari pasangan lain yang program dan visi-misinya tidak jelas. Yang lebih memiriskan lagi bahwa masyarakat miskin ini telah mendapatkan pendidikan politik yang materinya berisi hujatan, penghinaan dan fitnahan dengan imbalan Rp 400 ribu/orang. Hal inilah yang patut dipertanyakan dan perlu dipertimbangkan oleh Pemerintah Daerah kedepan.
    Berdasarkan ketiga asumsi tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan sbb:
    1. Program yang ditawarkan oleh Pasangan Sehan-Rusdi adalah program yang masuk akal dan dapat dilaksanakan;
    2. Para PNS, Pengusaha, Petani sukses dan nelayan sukses yang mendukung program Seru secara tidak langsung turut berjuang bersama Sehan-Rusdi untuk mengangkat derajat rakyat kecil/miskin di Bolaang Mongondow Timur.
    3. Program Seru sesungguhnya adalah program yang mulia untuk kemanusiaan yang perlu didukung oleh seluruh komponen terutama masyarakat miskin@.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here