Kemilau Pilsang di Desa Tabang

0
252
Kemilau Pilsang di Desa Tabang Editorial
Iswahyudi Masloman

SAAT itu hampir tengah hari di Tanggal 9 Desember 2015. Suara panitia penyelenggara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Desa Tabang lewat pengeras suara mengajak masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya di bilik-bilik TPS, semakin sering berulang. Namun upaya menjemput warga wajib pilih yang dilakukan Panitia Pemungutan Suara dan aparatur desa, tetap saja hanya mampu mencatatkan partisipasi pemilih di angka 57%. Nampaknya segudang prestasi dan pesona ketiga pasang Calon Gubernur-Wakil Gubernur tak cukup mampu menarik hati segenap penghuni desa di Selatan Kotamobagu tersebut.

Sebaliknya, kemilau Pemilihan Sangadi (Pilsang) Desa Tabang yang akan berlangsung besok, ternyata lebih mampu menggerakkan keinginan penduduknya untuk berpartisipasi. Jauh hari sebelum menyalurkan libido politik 12 Desember, massa pendukung kedua Calon Sangadi telah berkumpul, bersaing tak mau kalah menggelar berbagai pesta. Pamer jumlah dukungan, hingga gesekan-gesekan antar pendukung tak terhindarkan.

Potensi pergesekan antara massa pendukung di desa yang dulunya masuk wilayah Kecamatan Lolayan (sebelum pemekaran) tersebut, menyebabkan Pemerintah Kotamobagu dan aparat kepolisian siaga. Dan Pilsang Desa Tabang dilabeli sebagai yang terpanas dari seluruh desa yang melaksakannya pilsang secara serentak besok di Kotamobagu.

Berbagai faktor bisa dijadikan alasan mengapa kemilau Pilgub yang bisa dikatakan tingkatannya lebih tinggi, bisa kalah dengan hajatan Pilsang. Salah satunya mungkin dikarenakan tidak adanya tokoh dari BMR yang ikut bertarung dalam Pilgub. Tetapi rasanya faktor kedekatan emosional, pertalian darah, hingga kedekatan langsung Pilsang dengan kehidupan warga desa saat ini dan masa 5 tahun ke depan, adalah alasan utamanya.

Sebagai bagian dari masyarakat Desa Tabang, tentunya saya mengharapkan agar situasi keamanan jelang hingga pasca pelaksanaan Pilsang tetap aman tanpa gesekan yang berpotensi menyebabkan perpecahan. Terlepas dari siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetap saja moto tompiaan, moto tabian bo moto tanoban harus dikedepankan. Tentu ada harapan yang digantungkan sangat tinggi, Desa Tabang bisa membalikkan opini banyak pihak bahwa Pilsang terpanas, paling berpotensi konflik hanyalah sekedar opini.

Dan saya ingin menyampaikan harapan sebagai warga, kepada kedua Calon Sangadi yang salah satunya akan memimpin desa Tabang periode ke depan. Calon nomor urut 1 Ibu Katrina Mokodompit dan calon nomor urut 2 Bapak Nus Mamonto, semoga—dan saya yakini—kedua figur adalah orang patut dijadikan contoh dan panutan dan bisa menunaikan janji-janji yang diucapkan sebagai bagian dari kampanye; Serta mampu membawa Desa Tabang tercinta meraih berbagai prestasi membanggakan di berbagai bidang, meningkatkan kesejahteraan segenap warga serta ribuan harapan baik lainnya.

Untuk segenap warga Tabang, marilah kita tetap menjaga keamanan, ketertiban dan rasa persaudaraan. Tunjukkan kita memiliki sikap ksatria dan sportif dengan mampu menyampaikan ucapan selamat kepada pemenang di saat kalah, dan bisa merangkul kembali lawan di saat menang.

Selamat merayakan pesta demokrasi untuk warga Tabang dan seluruh desa seantero Kota Kotamobagu, semoga Sangadi yang terpilih adalah orang yang benar-benar mampu membawa kemajuan dan perubahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here