Kepala BP2MI Manado Sosialisasikan Peluang Kerja ke Jepang dalam Sidang Sinode ke-53 GMIBM

0
146

Kepala BP2MI Manado Sosialisasikan Peluang Kerja ke Jepang dalam Sidang Sinode ke-53 GMIBM Headline Sulut  ZONA MANADO — Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI Manado, menggelar sosialisasi terkait peluang kerja ke luar negeri dihadapan ratusan pelayan khusus, dari 22 wilayah pelayan Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM) se Kabupaten Bolaang Mongondow Raya, pada sidang Sinode ke-53 GMIBM, Rabu (10/2) siang.

Adapun peluang kerja yang disosialisasikan Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag, dihadapan ratusan pelayan khusus itu yakni, sebagai Care Worker ke negara Jepang.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan yang dilakukan antara Ketua Sinode GMIBM, Cristina Noula Raintama Pangulimang, M.Th, dan UPT BP2MI Manado pada minggu lalu.

Dalam sosialisasi yang diprakarsai oleh Herry Coloay ini, UPT BP2MI Manado turut menggandeng Jayadi Global Education Center (JGEC) selaku RSO yang melayani pendaftaran program SSW Jepang di Manado.

Dalam sambutannya, Hendra Makalalag menyambut baik kesempatan sosialisasi tersebut.

“Selama ini mungkin masyarakat hanya mendengar sekilas mengenai kerja keluar negeri. Sehingga informasi yang didapat hanya sedikit. Di kesempatan sosialisasi kali ini, kami ingin menjabarkan secara jelas mengenai prosedur kerja ke luar negeri, utamanya ke Jepang, agar masyarakat Sulawesi Utara khususnya Bolaang Mongondow Raya bisa tertarik dan berminat kerja ke luar negeri,” ungkapnya.

Hendra menyebut bahwa peluang kerja ke luar negeri adalah salah satu cara yang efektif untuk membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran.

“Saat ini angka pengangguran Sulawesi Utara sangat tinggi. Kurang lebih 90 ribuan jiwa kini tidak memiliki pekerjaan. Untuk itu peluang kerja ke Jepang sebagai Care Worker ini adalah peluang yang sangat baik untuk dimanfaatkan,” katanya.

Hendra juga menambahkan bahwa gaji yang akan didapat ketika bekerja sebagai pekerja migran juga sangat menggiurkan.

“Gaji sebagai Care Worker di Jepang mulai dari Rp 20 jutaan/bulan. Dengan penghasilan sebesar itu, kami harapkan para pekerja migran asal Sulawesi Utara khususnya Bolaang Mongondow Raya dapat mensejahterakan keluarganya di Indonesia, membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran, serta dapat membangun daerahnya masing-masing lewat remitansi yang dikirimkan setiap bulannya,” tutupnya. (guf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here