Ketua Tim Giat Donor Darah PMI Sulut Resmikan Laboratorium Patologi RSIA Kasih Fatimah

0
53

Ketua Tim Giat Donor Darah PMI Sulut Resmikan Laboratorium Patologi RSIA Kasih Fatimah Headline Kotamobagu  ZONA KOTAMOBAGU – Ketua Tim Giat Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Utara (Sulut), Annie Dondokambey didampingi Wakil Ketua PMI Sulut, James Karinda dan Ketua PMI Kotamobagu, Meiddy Makalalag yang juga Ketua DPRD Kotamobagu, meresmikan gedung Laboratorium Patalogi Klinik Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kasih Fatimah Kotamobagu, Jumat (5/3).

Annie Dondokambey usai melakukan gunting pita gedung Laboratorium tersebut, berharap dengan diresmikannya gedung laboratorium patalogi RSIA kasih fatimah agar aksi kemanusiaan untuk donor darah dapat menjadi gaya hidup masyarakat di Kota Kotamobagu.

“Jadi mereka yang datang ke sini, semuanya harus mencintai namanya donor darah. Makanya harus dilakukan sosialisasi jangan hanya diam di sini saja. Saya berharap agar seluruh rumah sakit baik milik pemerintah dan swasta harus diundang untuk pemenuhan kebutuhan darah agar stok darah terisi terus. Untuk itu kerjasama antara rumah sakit dan PMI harus terus berjalan,” ujar Annie yang merupakan kakak kandung Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

Ketua Tim Giat Donor Darah PMI Sulut Resmikan Laboratorium Patologi RSIA Kasih Fatimah Headline Kotamobagu  Ketua PMI Kotamobagu yang juga Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag dalam sambutannya menyampaikan, sangat bersyukur dan bangga dengan adanya Rumah Sakit Ibu dan Anak Kasih Fatimah yang merupakan wujud nyata kepedulian dari yayasan dan keluarga dalam menyediakan fasilitas ini sehingga bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ada di Kota Kotamobagu maupun di Bolaang Mongondow Raya.

“Di sini ada RSUD Kotamobagu yang sampai hari ini terus dikembangkan oleh pemerintah daerah lewat kepemimpinan ibu Wali Kota Tatong Bara dan bapak Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, tapi kami meyakini sehebat apapun rumah sakit di Kotamobagu, tanpa ada juga rumah sakit seperti RSIA Kasih Fatimah yang merupakan rumah sakit rujukan yang memiliki spesifikasi khusus karena lebih banyak pada pelayanan persalinan. Ini satu kebangggan bagi kita semua masyarakat di Kota Kotamobagu,” ucap Mekal sapaan akrab Meiddy Makalalag.

Lanjutnya, dengan keberadaan RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu, maka perlu adanya dukungan penuh dalam bentuk komitmen atau kerjasama dengan Palang Merah Indonesia. “Sebagai Ketua PMI Kotamobagu yang senantiasa selalu berkoordinasi dengan PMI Sulut berkaitan dengan darah, donor dan sebagainya. Apalagi di Kota Kotamobagu belum ada unit transfusi darah, tapi insha allah dengan terbentuknya kepengurusan yang baru, sinergitas yang ada baik PMI Kotamobagu, Bolaang Mongondow dan PMI Sulut sehingga ke depan hal-hal yang menjadi kendala berkaitan kebutuhan darah di Kota Kotamobagu mudah-mudahan dapat kita atasi bersama-sama,” ujarnya.

“Untuk itu dalam kesempatan ini, saya memberikan apresiasi kepada RSIA Kasih Fatimah karena sekarang sudah ada kemajuan dengan adanya gedung laboratorium yang merupakan salah satu persyaratan menuju ke rumah sakit yang lebih profesional nanti. Semoga akan berkembang terus dan akan kami support dengan kapasitas kita di lembaga DPRD,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu, dr Sitti N Korompot, SpOG-K, menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih kepada Ketua Tim Donor Darah PMI Sulut beserta pengurus yang telah meresmikan Laboratorium Patalogi klinik RSIA Kasih Fatimah. “Semoga dengan terbentuknya pengurus PMI Kotamobagu, insha allah ke depan kita sudah memiliki fasilitas transfusi darah. Laboratorium yang kita sediakan sudah cukup lengkap. Jadi setiap pasien kita akan diuji lewat lab patalogi ini, agar kita tahu apakah pasien perlu donor atau tidak. Jadi kami akan terus bersinergi dengan PMI agar kebutuhan darah kita terus terpenuhi,” ucapnya.

Menurutnya, kebutuhan darah di Kota Kotamobagu sangat tinggi, apalagi unit transfusi darah hanya ada di Bolaang Mongondow, sementara yang membutuhkan se-Bolaang Mongondow Raya. “Jadi kurang cukup. Jadi kadang-kadang kita harus menunggu stok darah dulu baru bisa dilaksanakan persalinan. Karena tingkat risiko pada persalinan itu tinggi. Sementara nomor satu kematian ibu itu karena pendarahan. Jadi sangat penting dengan adanya PMI. Kami berharap dengan adanya pengurus PMI yang baru agar selalu ada kerjasama yang baik agar pemenuhan kebutuhan darah bisa teratasi kedepannya,” pungkasnya. (guf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here