Kinerja DPRD Boltim Pimpinan Sachrul, Dinilai Buruk

0
341
Kinerja DPRD Boltim Pimpinan Sachrul, Dinilai Buruk Boltim
Kantor DPRD Boltim

ZONA BOLTIM – Lembaga Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (LPKEL) Bolmong Raya menilai, kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) belum maksimal, malah cenderung buruk. Padahal per Agustus tahun ini, lembaga yang dikomandani Sam Sachrul Mamonto memasuki satu tahun masa tugas.

Menurut Ketua LSM LPKEL Bolmong Raya, Efendy Abdul Kadir, ada beberapa hal menjadi penilaian buruknya kinerja DPRD Boltim. Salah satunya yang paling menonjol adalah banyak Peraturan Daerah (Perda) yang dihasilkan. Kedua, kurang berpihaknya lembaga tersebut pada politik anggaran yang berpihak kepada masyarakat.

“Tidak ada prestasi yang cukup memuaskan semenjak DPRD Boltim dipimpin Sachrul Mamonto. Bila ditilik dari prestasinya, lembaga ini kurang produktif melahirkan produk hukum yang berdampak untuk kepentingan publik,” ujar Efendy, Selasa (01/09).

Rekam jejak DPRD Boltim itu, tambah dia, kembali diperburuk ulah pimpinan DPRD mengulur – ulur waktu pengesahan LKPJ ABPD 2014, penuntasan KUA-PPAS Perubahan APBD 2015 hingga penyusunan APBD 2016.

“Publik tentu menilai kontribusi peran dewan dalam mengawal aspirasi masyarakat banyak. Malah pengamatan kami, anjloknya prestasi DPRD ini akibat ketidakpahaman pimpinan dewan sendiri menyangkut tugas dan fungsi mereka,” kritiknya.

Mantan aktifis HMI Bolmong Raya ini sedikit menyinggung kiprah dewan mengenai pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD 2015 baru – baru ini. Walau daerah itu sebentar lagi akan menggelar Pilkada serentak, pihaknya menyarankan agar masyarakat jangan dikorbankan demi kepentingan sesaat pimpinan DPRD Boltim.

“Tidak elok, bila kepentingan publik rela dikorbankan hanya untuk kepentingan Ketua DPRD sendiri,” sentil Efendy.

Menariknya, pernyataan Efendy ini ikut didukung para politisi yang duduk di DPRD Boltim. Tommy Sumendap misalnya, mantan Wakil Ketua DPRD Boltim periode 2009 – 2014 lalu, angkat bicara menyoroti kinerja pimpinannya di DPRD. Politisi Partai Demokrat ini malah membandingkan kinerja pimpinan saat ini bertolak belakang dengan prestasi dewan periode lalu.

“Kendati lalu, anggota dewan kerap berseberangan dengan Ketua Dewan saat dipimpin Sumardia Modeong, namun untuk kepentingan publik justru beliau lebih mengutamakannya,” ujarnya.

Hal senada juga ikut dikritisi politisi PDI Perjuangan Boltim, James Tine. Kepada wartawan ini, dia sangat menyayangkan ulah pimpinan DPRD yang tidak paham mekanisme terkait pengesahan Perubahan APBD 2015. “Rapat berkali – kali ditunda hanya karena pimpinan dewan berhalangan hadir. Coba buka regulasi yang mengatur tupoksi dewan, semuanya jelas mengatur soal peran dewan,” ketusnya.

Reporter: Rahman Igirisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here