Korban Bencana Poyuyanan Mulai Gerah di Pengungsian

0
428
Korban Bencana Poyuyanan Mulai Gerah di Pengungsian Headline
Suasana di tenda-tenda pengungsian warga Poyuyanan

ZONA BOLMONG – Sembilan hari sudah warga yang rumahnya terkena dampak pergeseran tanah di Desa Poyuyanan, Kecamatan, Passi Barat, berada di pengungsin. Mereka mengaku mulai gerah dan meminta pemerintah untuk segera melakukan relokasi.

Sarini Mamonto, salah seorang pengungsi mengatakan, agar Bupati segera mencarikan lahan untuk tempat tinggal mereka yang baru.

“Tolong kami dibantu pak Bupati. Kami sudah tak betah lagi di tenda pengugsian. Anak-anak kami tak bisa lagi sekolah, rumah yang baru saja saya bangun sudah tak bisa ditempati lagi. Kami sudah menderita,” kata Sarini sambil menangis di hadapan Bupati.

Haidir Mokodngan, pengungsi lainnya mengatakan, agar pemerintah memperpanjang waktu tanggap darurat bencana. Ia mengaku tak bisa lagi mencari nafkah akibat bencana ini, “Saya meminta Bupati segera mencari solusi relokasi,” kata Haidar.

Menanggapi hal itu, Bupati Salihi Mokodongan mengatakan, agar warga bersabar karena pemerintah akan berupaya mencari solusi. “Solusi relokasi akan kami tindak lanjuti,” ujar Salihi.

Kepala Bidang Pencegahan Bencana BPPBD Bolmong, Suhendra Hamin mengatakan, terkait perpanjangan waktu tanggap darurat pihakya masih akan mengkajinya.

“Waktu tanggap darurat hanya berlaku 14 hari. Untuk perpanjangannya akan dikaji mengacu pada Peraturan Kaban Penanggulangan Bencana Nasional no 6 A tentang penanganan darurat bencana alam,” jelas Suhendra.

Peliput: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here