Kotamobagu Kaya dengan Potensi Wisata Budaya

Kotamobagu Kaya dengan Potensi Wisata Budaya Kotamobagu
Gedung Bobakidan yang berada di Kelurahan Kotobangon.

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu memiliki berbagai potensi daerah yang menjanjikan. Salah satunya adalah potensi wisata budaya. Informasi didapat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), terdapat sejumlah objek daya tarik wisata yang yang menjanjikan seperti yakni Rumah Adat Bobakidan, Pembangunan Museum dan  Patung Bogani di Kelurahan Kotobangon, Makam Raja Datu Cornelis Manoppo di Kelurahan Matali, Makam Raja Datoe Binangkang di Desa Poyowa Besar I, Makam Raja Abo’ Tadohe di Kelurahan Upai, Rumah Adat Khas Bolaang Mongondow di Kelurahan Molinow dan Desa Kopandakan I.

“Tempat-tempat bernuansa budaya yang ada di Kota Kotamobagu perlu didorong untuk dikembangkan, agar bisa menarik perhatian wisatawan dari luar daerah. Itu adalah satu potensi yang dimiliki daerah ini,” kata Erwin, salah satu pemerhati budaya Bolaang Mongondow.

Kepala Dinas Disparbud, Agung Adati, mengungkapkan pengembangan objek wisata budaya sudah masuk dalam tahap perencanaan, namun dilakukan secara bertahap kedepannya. Yang pertama ini adalah Rumah Adat Bobakidan yang akan direhabilitasi. “Sesuai nama Bobakidan, ini berfungsi sebagai tempat musyawarah. Rumah adat ini juga sering digunakan sebagai tempat pertunjukan seni dan budaya. Sudah disiapkan DED-nya (Detail Enginering Design). Untuk anggarannya sekitar 12 miliar. Gedung itu nantinya akan berfungsi sebagai gedung kesenian,” ungkapnya.

Ditambahkannya, selain wisata budaya, Kota Kotamobagu juga memiliki sejumlah potensi wisata bdaya dan religi, seperti masjid tertua di Bolmong Raya yakni Masjid Al Huda yang berada di Desa Kopandakan I, Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow di Kelurahan Kotamobagu, Klenteng Tian Shang Shen Mu di Kelurahan Mongkonai dan Pura Jagatnata Kotamobagu di Kelurahan Mogolaing, serta Masjid Raya Baitul Makmur di Kelurahan Kotamobagu. “Semua itu perlu kita jaga bersama, karena menjadi simbol kebudayaan dan keberagaman di daerah in,” tambahnya. (ads/gito)

Leave a Response