KPP Pratama Kotamobagu Apresiasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota

0
98
KPP Pratama Kotamobagu Apresiasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Headline Kotamobagu
Kepala KPP Pratama Kotamobagu Denny Tri Satrianto (jas hitam) foto bersama dengan wali kota dan wakil wali kota beserta masyarakat wajib pajak.

ZONA KOTAMOBAGU – Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kotamobagu, Denny Tri Satrianto, mengapresiasi Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Nayodo Koerniawan beserta jajarannya yang telah melaporkan SPT Tahunan melalui e-Filing. Hal ini dikatakannya usai menerima kunjungan kerja Pemerintah Kotamobagu dalam rangka pengamanan Pelaporan SPT Tahunan dan Penyetoran Pajak di wilayah Kotamobagu, di Kantor KPP Pratama Kotamobagu, Rabu (4/3).

“Ibu wali kota dan bapak wakil wali kota beserta jajarannya sudah terlebih dahulu melaporkan SPT tahunannya secara online melalui e-filing langsung di kantor wali kota,” kata Denny.

Dirinya juga mengatakan, wali kota dan wakil wali kota menjadi teladan masyarakat untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya secara online melalui e-filing. “Wali kota dan wakil wali kota menjadi contoh bahwa untuk lapor SPT tahunan bisa dilakukan dimana saja, tidak perlu datang langsung ke kantor pajak. Oleh karena itu, kedatangan beliau ke kantor pajak hari ini adalah untuk mengajak wajib pajak yang melapor dengan offline atau belum lapor SPT tahunan dapat segera melapor secara online dengan e-filing,” sebutnya.

Ia berharap, dengan adanya imbauan dan ajakan dari wali kota dan wakil wali kota, dapat menaikkan tingkat kepatuhan pelaporan SPT dan pembayaran wajib pajak di wilayah Kota Kotamobagu. “Karena pajak yang dikumpulkan itu akan kembali ke warga Kotamobagu untuk pembangunan sarana dan prasarana, membantu biaya pendidikan dan fasilitas lain di daerah ini,” sebutnya.

Sesuai undang-undang nomor 28 tahun 2007 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan, bagi wajib pajak orang pribadi atau badan yang sudah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) diwajibkan untuk melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurut Denny, batas pelaporan SPT Tahunan sendiri adalah 31 Maret 2020 untuk wajib pajak orang pribadi dan 30 April 2020 untuk wajib pajak Badan. Dan apabila terlambat atau tidak melapor, wajib pajak bisa dikenakan sanksi berupa denda sesuai peraturan yang berlaku.

“Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sudah memberikan kemudahan dalam pelaporan SPT Tahunan. Wajib pajak bisa melaporkannya secara online dengan e-filing. Jadi bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja karena bisa diakses 24 jam tanpa antri,” pungkasnya. (guf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here