KPPT Boltim Nilai Pihak PLN Pandang Enteng

0
316

KPPT Boltim Nilai Pihak PLN Pandang Enteng Boltim

ZONA BOLTIM – Belum adanya upaya pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta izin Hinder Ordinary (HO) oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) atas dua Tower Listrik di Mooat dan Kotabunan, mengundang kecaman Kepala Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) Imran Makadomo.

“Saya kecam, sebab itu merupakan bentuk pandang enteng kepada Pemkab Boltim,” katanya Makadomo, Selasa (01/9).

Dijelaskannya, kedua tower tersebut dibangun tahun 2013. Saat ini sudah memasuki tahun ke tiga beroperasi di Boltim.

“Saya akui empat bulan lalu ada upaya Kepala Cabang PLN Modayag Nyoman Prawira urus izinnya bahkan sudah mengisi formulir pengurusan izin IMB dan HO namun hingga sekarang ini belum ada upaya mengurus izin lagi karena masih menunggu dana dari PLN Provinsi Sulut,” ujarnya.

Dirinya menilai, pihak PLN terlalu banyak membuat alasan. Itu dikarenakan pengakuan PLN yang menganggap uang Rp 30-an terlalu mahal untuk jadi persyaratan pengurusan dua izin tower tersebut.

Menurutnya, PLN adalah salah satu perusahaan terbesar Negara yang sudah barang tentu dana tersebut bisa mereka sanggupi.

“Saya anggap keterlambatan urus IMB dan HO di Boltim saat ini sudah ada unsur kesengajaan dari PLN Provinsi Sulut. Ini sengaja memperlambat pengurusan IMB dan HO dua Tower,” cecarnya.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Boltim, Muhammad Assagaf, menyampaikan, jika pengurusan izin kedua Tower PLN terlalu mahal maka bisa dilakukan penawaran.

“Pemkab bisa turunkan harga izin IMB dan HO. Namun itu akan dilakukan kajian dulu dan nantinya disesuaikan dengan Perda dan Perbub, asalkan ada niat dari PLN untuk mengurus izinnya,” terang Assagaf.

Kepala Cabang PLN Nyoman Prawira ketika dikonfirmasi zonabmr.com terkait hal ini mengatakan, pihaknya tinggal menunggu penetapan anggaran dari wilayah, karena ada biaya sebagai PAD Pemda Boltim. “Mudah-mudahan sebelum pergantian tahun ini sudah selesai,” singkat Prawira.

Reporter: Rahman Igirisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here