Lantaran “Komkomci”, Bupati dan Warganya Saling Lapor Polisi

0
482
Lantaran "Komkomci", Bupati dan Warganya Saling Lapor Polisi Headline Hukum
Sehan Landjar saat diwawancarai di Mapolres Bolmong

ZONA HUKRIM – Masalah yang ditengarai bermula dari kata Komkomci tampaknya terus bergulir di kepolisian. Setelah sebelumnya Noval Sumendap, seorang remaja warga Bangunan Wuwuk melapor kasus penganiayaan dengan terduga Bupati Boltim Sehan Landjar, kali ini Eyang—sapaan Sehan Landjar–balik polisikan remaja tersebut atas dugaan pencemaran nama baiknya, Jumat (02/10) malam tadi.

Menurut Eyang, alasan dilakukannya langkah hukum itu karena apa yang dituduhkan remaja tersebut tidak benar. Tak hanya itu, Eyang juga ikut melaporkan seorang warga Bangunan Wuwuk lain, yakni Welly Rompas yang dianggap telah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baiknya. (Baca: Eyang: “Apa Ngana Pe Maksud Tu Komkomci?”)

“Ini adalah satu rekayasa dan ini adalah peghinaan, pencemaran nama baik, dan saya tinggal diam. Saya akan menuntut terus ini. Saya minta penegak hukum mengusut terus siapa sebenarnya dalang di balik ini,” ujar Eyang kepada sejumlah awak media usai melapor di Mapolres Bolmong.

“Saya tidak mau ini bergulir begitu saja ini. Isu murahan. Ini isu murahan. Saya ingin mengejarkan aktor di balik ini yang mengorbankan anak ini (Noval), Jurstru ini anak saya akan maafkan, tapi aktornya saya akan kejar,” ucap Eyang.

Disinggung soal bukti-bukti apa yang dimiliki terkait bantahan dugaan kedua warga tersebut, Eyang mengatakan bahwa banyak saksi yang melihat kejadiannya, “ada banyak kok (Saksi). Saya kira jika polisi memanggil anak ini (Noval) dia pasti mengaku,” tambahnya.

Saat dimintai imbauanya kepada para simpatisan, Eyang menegaskan bahwa simpatisannya adalah seorang pemberani dan belum pernah menganiaya, “Jangan selalu saya. Simpatisan saya ini semuanya juga orang pemberani tapi ada di ujung jari saya. Belum pernah simpatisan saya menganiaya. Tapi simpatisan dari pasangan lain sudah tiga kali menganiaya dan merobek-robek itu.”

“Saya sudah minta panwas dan kepolisian untuk atasi ini, kalo tidak justru mereka yang selalu memancing terus. Simpatisan SERU tidak pernah membuat masalah dan tidak pernah mencegat pasangan mana pun, tapi pasagan lain ini sering membuat ulah,” kata Eyang.

Lanjut ditegasnya lagi, bahwa simpatisannya selalu ikut perintahnya, “Simpatisan saya ada di ujung jari saya, saya bilang diam, diam. Saya bilang mundur, mundur. Yang persoalan, simpatisan lain ini yang sudah pernah menghantam dengan botol simpatisan saya sampai pecah. Ada yang patah kaki. Ada yang masuk di dalam rumah dengan parang mukul cuma gara-gara benderannya dicabut,” aku Eyang.

Reporter: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here