Latihan Fisik untuk Menyehatkan Tubuh

0
435
Latihan Fisik untuk Menyehatkan Tubuh Kesehatan
Latihan Fisik salah satunya dengan Jogging.

ZONA KESEHATAN – Selain untuk membuat tubuh bugar dan membentuk badan, latihan fisik ternyata dapat dijadikan sebagai bagian dari pengobatan pasien penyakit berat. Namun, latihan fisik harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan terukur.

Penemuan teknologi canggih di dunia modern dewasa ini banyak membantu pekerjaan manusia menjadi lebih baik dan cepat.  Namun dampak negatifnya, manusia menjadi semakin malas dan menurunkan aktivitas fisik masyarakat. Buktinya ditunjukkan pada hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  tahun 2013.

Data tersebut menunjukkan bahwa hampir separuh dari proporsi penduduk Indonesia kelompok usia diatas 10 tahun masih tergolong memiliki perilakusendentari yaitu kurang beraktifitas fisik, dimana 42% dari kelompok usia tersebut berada dalamkategori kurang melakukan aktifitas fisik selama tiga sampai lima setengah jam per hari, dan sebagian besar terjadidi wilayah Jawa Timur (33,9) dan Jawa Barat (33%).

Pola hidup santai atau kurang bergerak memiliki efek negatif yang cukup serius. Menurut dr. Grace Tumbelaka, SpKO, Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga (PDSKO), Badan Kesehatan Dunia WHO dalam terbitannya Global Health Risk: Mortality and Burden of Deases Attributable to Selected Major Risk menunjukan bahwa kurang latihan fisik berada dalam peringkat empat teratas penyebab kematian setelah hipertensi, diabetes dan merokok.

“Kita semua perlu bergerak bersama untuk mengkomunikasikan ini kepada masyarakat. Terutama bagi para dokter yang punya peranan yang penting untuk mulai lebih aktif memasukkan latihan fisik sebagai bagian dari pencegahan dan pengobatan bagi para pasien,” ujarnya dalam temu media program Excersice is Medicine untuk Indonesia SeGar (Sehat dan Bugar) di The Sultan Hotel, Jakarta, belum lama ini.

Dia mengutarakan, masyarakat kurang gerak terutama pada generasi muda, berpotensi menyebabkan meningkatnya faktor-faktor risiko kesehatan dalam jangka panjang, misalnya obesitas, diabetes, jantung, bahkan depresi. Dengan menjalankan latihan fisik yang baik, benar, teratur dan terukur, terbukti bahwa penyakit-penyakit berat tersebut dapat diatasi bahkan dicegah.

“Untuk kebugaran dan mencegah penyakit berbahaya, latihan fisik minimal dilakukan selama tiga kali seminggu, tiga puluh menit sehari. Latihan fisik harus disempatkan, musti dijadikan lifestyle,” sebut Grace. Bahkan, lanjut Grace, bagi penderita diabetes, melakukan latihan fisik secara teratur mampu mengontrol kadar gula darah, terutama pasien diabetes tipe 2.

Latihan fisik juga dapat memperbaiki sensitivitas insulin sehingga kemampuan gula untuk memasuki sel tubuh membaik. Jenis latihan fisik yang dianjurkan adalah yang bertujuan untuk meningkatkan massa otot tubuh misalnya aerobik dan latihan beban misalnya push up atau sit up. Namun, jenis latihannya berbeda-beda setiap individu.

Sehingga sebelum menjalankannya penderita perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter jenis latihan fisik apa yang cocok bagi dirinya. “Juga diperhatikan apakah ada komplikasinya, jadi resep latihannya disesuaikan dengan kondisi tubuh,” tuturnya. Meski begitu, apabila kadar gula darah sedang  tinggi yaitu di atas 250 mg/dL, sebaiknya latihan fisik tidak dilakukan.

Latihan Fisik untuk Menyehatkan Tubuh Kesehatan

Hal ini akan meningkatkan metabolisme dalam tubuh, risiko pasien mengalami kolaps cukup tinggi. Saat demam, juga tidak disarankan menjalani latihan fisik, apalagi olahraga. Grace menjelaskan, saat melakukan latihan fisik, suhu inti tubuh akan meningkat. Ini dibuktikan dengan keluarnya keringat dari kulit.

Jadi, apabila dikerjakan saat demam dimana panas tubuh sedang meninggi, justru akan memperparah kondisi badan dan semakin meningkatkan suhu tubuh. Akibatnya, demam tak kunjung mereda, bahkan bisa membahayakan kesehatan secara umum. “Saat demam sebaiknya istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh. Serta, banyak minum air putih untuk menjaga hidrasi tubuh tetap baik,” katanya.

Sementara itu, sebagai bagian dari upaya mempromosikan gaya hidup sehat yang aktif untuk Indonesia yang Sehat dan Bugar (SeGar), Coca-Cola Indonesia berkolaborasi dengan PDSKO mulai aktif menggaungkan sebuah program bernama Exercise is Medicine (EIM), yang difokuskan pada upaya mendorong para dokter maupun penyedia layanan kesehatan untuk memasukan latihan fisik sebagai bagian dari resep medis bagi pasien mereka.

Dr. Inggriani Husen, SpKO, Ketua National Task Force Indonesia SeGar menuturkan, sebagai langkah awal, fokus kerja akan diarahkan pada pelatihan program EIM kepada rekan-rekan dokter agar mereka memiliki pemahaman dasar yang tepat dalam meresepkan latihan fisik kepada pasien mereka. “Nantinya program akan kami teruskan untuk para personal trainner di pusat-pusat latihan kebugaran,” tandasnya.

Pada 25-26 April 2014 lalu, Coca-Cola Indonesia bersama PDSKO akan melakukan pelatihan EIM terhadap 40 dokter umum.  Topik pelatihan bervariasi, mulai dari menjadikan latihan fisik sebagai salah satu tanda vital pasien, meresepkan latihan fisik secara tepat bagi para penderita diabetes, obesitas, hipertensi dan jantung, hingga osteoporosis, serta praktek latihan fisik yang tepat.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here