Libur Tahun Baru, Tanjung Woka Banjir Pengunjung

0
649
Libur Tahun Baru, Tanjung Woka Banjir Pengunjung Boltim Wisata
Pantai Tanjug Woka

Karang batu yang membentuk tanjung, air laut yang jernih dengan warna nan indah dan pepohonan yang tumbuh di pantai sekitar tanjung berhiaskan pasir putih, itulah yang selalu terbayang dalam ingatan setiap orang ketika mendengar nama Tanjung Woka.

PANTAI yang terletak di Desa Dodap Pantai, kecamatan Tutuyan, Bolmong Timur, memang belum lama ini populer, namun warga yang datang menginjakan kakinya di pantai tersebut sudah lebih dari puluhan ribu.

Terlebih saat hari libur tahun baru, pekan kemarin, warga yang datang menikmati pesona alam pantai tersebut cukup banyak. Yang datang berkunjungpun tak hanya dari Boltim saja, tetapi ada yang dari daerah sekitar, seperti Kotamobagu, Bolmong dan Minahasa Tenggara.

Riko Rumagit warga desa Bangunan Wuwuk mengatakan, meski dirinya sudah berulang kali datang ketempat tersebut, namun di akuinya bahwa tempat wisata tersebut bisa membuat orang penasaran untuk datang lagi. ”Pantainya indah, kemudan jarak tempuh juga tidak terlalu jauh, dan berada di daerah kita. Jadi tempat ini sangat layak dijadikan pilihan utama untuk meluangkan waktu libur,” ujar karyawan disalah satu perusahaan swasta di Boltim itu.

Sementara itu, Nurlan, warga Desa Dodap Pantai mengaku, dirinya sebagai bangga dengan apa yang dimiliki oleh desanya itu. ”Saat libur natal hingga tahun baru, pengunjung di Tanjung Woka terus berdatangan. Tanjung Woka ini bukan hanya milik warga Dodap, tetapi milik warga Boltim pada umumnya. Jadi marilah kita lestarikan bersama,” ungkap Nurlan.

Terpisah, Sangadi (kepala desa, red) Frangky Manoy mengatakan, sebagai pemerintah desa, tentunya dirinya bangga melihat desanya menjadi ramai, terutama disaat hari libur. ”Kehadiran Tanjung Woka menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat disini, selain desa menjadi ramai, perputaran uang disini lebih meningkat, karena pengunjung yang datang ikut berbelanja diwarung-warung milik warga yang berjualan di lokasi (dipantai,red),” ujar Manoy.

lanjut Manoy, saat ini tempat wisata tersebut masih ditangani oleh desa dan untuk kedepan kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan mengambil alih pengolahannya. ”Namun sebelum ditangani Pemkab, harus dibicarakan dulu dengan masyarakat disini. Saat ini masyarakat mengambil retribussi masuk ke lokasi, untuk roda dua Rp.2000 dan roda empat Rp.5000, uang hasil retribusi itu diperuntukkan pada pembuatan MCK yang berada dilokasi itu,” ungkap Manoy.

Dia juga berharap agar secepatnya Pemkab Boltim untuk melakukan penataan lokasi tersebut. ”Kalau lokasi itu sudah tertata dengan baik, maka pengunjung yang datang akan semakin banyak, selain daerah kita lebih dikenal, juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) kita,” tutupnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here