Lima Penyebab Madrid Dibantai Barca 0-4

0
201
Lima Penyebab Madrid Dibantai Barca 0-4 Olahraga
F: AFP

ZONA OLAHRAGA – Real Madrid menjamu Barcelona di jornada 12 La Liga 2015/16, Minggu (22/11). Madrid tak berdaya di duel El Clasico ini dan dihancurkan sang rival abadi di kandang mereka sendiri dengan skor telak 0-4.

Luis Suarez memborong dua gol di menit 11 dan 74. Neymar dan Andres Iniesta menyarangkan masing-masing satu pada menit 39 dan 53. Sementara itu, Isco, yang masuk menit 55 dikartu merah pada menit 84 akibat pelanggaran terhadap Neymar.

Kenapa pasukan Rafael Benitez bisa sampai mengalami kekalahan yang memalukan? Ada setidaknya lima penyebab. Berikut ulasannya berdasarkan statistik yang diolah dari data WhoScored oleh Bola.net.

  1. Permainan Operan Yang Buruk

Faktor pertama adalah buruknya passing game Real Madrid. Ini cukup vital.

Sepanjang laga, Madrid mencatatkan total 429 operan. Dari jumlah itu, hanya 354 yang akurat. Tingkat akurasinya 83%.

Beberapa kali para pemain Madrid salah mengoper. Selain itu, cukup sering pula operan-operan mereka, terutama crossing dari sayap, bisa dipatahkan oleh Barcelona.

Hal itu jelas menguntungkan Barcelona. Dari situ, Barcelona bisa ganti menguasai possession dan membangun serangan.

Barcelona sendiri mencatatkan total 648 operan dengan akurasi 87% (564 operan akurat). Distribusi bola Barcelona jauh lebih baik daripada Madrid dan serangan mereka pun mengalir lebih lancar.

  1. Serangan Balik yang Maet

Salah satu kekuatan Real Madrid adalah serangan balik mereka yang mematikan karena memiliki pemain-pemain berkaki cepat, seperti Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. Namun, di laga ini, skema counter attack Madrid macet.

Sepanjang laga, Madrid hanya dua kali menciptakan ancaman berarti lewat serangan balik. Yang pertama ditutup dengan tembakan Ronaldo pada menit 68, tapi masih bisa dinetralisir oleh kiper Claudio Bravo.

Setelah itu, Karim Benzema juga menemui kegagalan lewat sebuah fast break pada menit 88.

Macetnya serangan balik Madrid tak lepas dari faktor pertama, yaitu buruknya permainan operan mereka. Kesalahan mengoper, juga possession yang terebut, beberapa kali membuat Madrid gagal mengaktifkan skema counter attack mereka.

  1. Dinding Besi Claudio Bravo

Andai bukan Claudio Bravo yang ada di bawah mistar Barcelona, kisah El Clasico edisi ini mungkin bakal berbeda.

Berkat Bravo yang menjelma jadi dinding besi, Barcelona bisa meraih clean sheet meski gawang mereka beberapa kali diancam oleh tuan rumah. Tujuh shots on target Madrid semuanya dimentahkan oleh penjaga gawang asal Chile tersebut.

Sepanjang laga, Madrid mencatatkan tujuh tembakan tepat sasaran melalui Raphael Varane, James Rodriguez (2) serta trio Gareth Bale, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo (2). Tak ada satu pun yang lewat dari penjagaan Bravo.

Mereka sampai frustrasi dibuatnya. Isco saja sampai lepas kontrol dan diganjar kartu merah langsung karena melanggar Neymar.

Barcelona sendiri sebenarnya juga punya tujuh shots on target, sama seperti Madrid. Namun, empat dari tiga tembakan tepat sasaran Barcelona tak bisa dibendung oleh Keylor Navas.

  1. Menghilangnya CR7

Mesin gol Cristiano Ronaldo sedang macet belakangan ini. Meski demikian, pelatih Rafael Benitez tetap memercayi CR7 untuk tampil penuh dari menit awal sampai peluit panjang.

Harapannya, Ronaldo bisa menemukan performa terbaiknya di laga besar seperti El Clasico ini. Namun, harapan tinggal harapan. Dia justru ‘menghilang’.

Sepanjang laga, Ronaldo bahkan cuma membukukan dua shots. Dua shots itu memang semuanya on target. Hanya saja, dua-duanya juga dimentahkan oleh Claudio bravo yang mengawal gawang Barcelona.

Untuk ukuran seorang Ronaldo, hanya dua shots dalam satu laga adalah statistik yang mengenaskan. Jumlah itu pun bahkan kalah dari dua pemain Barcelona yang tidak tampil penuh, yakni Ivan Rakitic (3 shots) dan Munir El Haddadi (3 shots).

Lionel Messi yang baru masuk menit 56 pun bisa menyamai statistik shots Ronaldo (2 shots).

Cristiano Ronaldo vs Barcelona (22/11/2015)

Main: 90 menit

Shots: 2

Shots on target: 2

Gol: 0

Operan: 29

Operan akurat: 26

Peluang yang diciptakan: 1

Assist: 0

Dribel sukses: 1

Dilanggar lawan: 2.

  1. Rafael Benitez

Faktor terakhir yang tak kalah penting adalah sang pelatih Rafael Benitez.

Benitez bisa dibilang sudah salah dari awal sejak dia menentukan starting XI timnya. Yang paling terlihat jelas adalah pemilihan Karim Benzema. Striker Prancis itu belum fit 100 persen dan kondisi moralnya juga terbukti tidak optimal gara-gara skandal di luar lapangan, terlalu berisiko diturunkan di laga sepenting El Clasico.

Benzema pun gagal memberikan kontribusi maksimal.

Selain itu, dalam laga ini, Madrid terlihat tidak memiliki pola serangan yang jelas. Nyaris tak ada serangan yang tersusun rapi, tidak seperti kubu rival.

Benitez juga seolah tak menemukan solusi untuk mengatasi permainan Barcelona. Hasilnya, Madrid kebanyakan dipaksa berkutat di tengah dan berlari mengejar bola tanpa ada banyak kesempatan untuk membangun permainan mereka sendiri.

Benitez juga tak bisa mengendalikan emosi dan menjaga mental para pemainnya. Benitez boleh saja menyatakan kalau kekalahan ini bukan masalah mental, melainkan lawan mereka saja yang terlalu kuat.

Namun, sikutan sengaja (?) Cristiano Ronaldo pada Dani Alves dan aksi tendang Isco terhadap Neymar (yang berbuah kartu merah) menunjukkan secara jelas kalau Benitez belum bisa me-manage timnya dengan baik.

Rumor pemecatan Benitez memanas? Itu hal yang wajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here