Mahasiswa STST Azmi Kotamobagu Demo Petinggi Kampus

1
267

Mahasiswa STST Azmi Kotamobagu Demo Petinggi Kampus Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow khususnya di Kotamobagu begitu pesat. Tercatat, hampir setiap tahunnya lembaga kependidikan baik swasta setingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi bermunculan. Namun ternyata, tidak sedikit lembaga pendidikan yang bisa dikatakan bermasalah.

Kali ini yang menjadi sorortan adalah Sekolah Tinggi Syariah dan Tarbiyah (STST) Azmi Kotamobagu. Perguruan tinggi swasta baru di Kotamobagu yang berada di bawah naungan Yayasan Pembangunan Al-Kautsar (YPAK) tersebut rupanya sampai saat ini belum ada kejelasan soal izin operasionalnya.

Hal tersebut memicu kegaduhan dan pertanyaan dari para mahasisawa di kampus yang berlokasi di Gedung Al-Hasan, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur tersebut. Para mahasiswa yang merasa masa depan mereka tidak jelas, akhirnya mengambil langkah turun ke jalan melakukan demo.

Aksi demo digelar akhir tahun lalu tepatnya Kamis 30 Desember 2015. Sedikitnya puluhan mahasiswa STST Azmi Kotamobagu yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa STST Azmi Kotamobagu menggelar aksi demonya di Kantor Pusat Yayasan, yang berlokasi di Gedung Pusdai Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Mahasiswa menuntut petinggi yayasan dan kampus untuk segera memberi kejelasan tentang izin operasional kampus dari DIKTI. Para mahasiswa pun bertemu langsung petinggi yayasan yang diwakili Moh. Subakti Ali selaku Ketua Umum YPAK dan Ketua STST Azmi Kotamobagu Muh Anthon Mamonto.

Adapun tuntutan dari para mahasiswa adalah meminta kepastian tentang legalitas kampus yang selama ini belum jelas. Mereka juga menuntut pembenahan sistim manajemen kampus yang tidak tertata, di antaranya tidak adanya ketua prodi; tidak ada perhatian terhadap mahasiswa; Juga pembenahan sistim perkuliahan yang selama ini tidak jelas; 70% dosen sudah tidak pernah hadir, KRS yang tidak jelas, nilai tidak jelas.

Tak sampai di situ, mereka mengeluhkan soal belum keluarnya izin operasional kampus hingga menyebabkan tidak diakuinya 4 bulan perkuliahan para mahasiswa. Bahkan mahasiswa menyebut, spidol untuk dosen saja mahasiswa harus patungan. Begitu pun tidak terealisasinya fasilitas kampus yang sudah dijanjikan saat kampanye penerimaan mahasiswa baru. Di akhir tuntutannya mahasiswa mereka meminta pertanggungjawaban penggunaan dana ospek Tahun 2015.

Menaggapi tuntutan para mahasiswa, Ketua YPAK, Moh Subakti mengatakan, saat ini pihak yayasan hanya meminta mahasiswa untuk bersabar, “Kami belum bisa memastikan, dan kami harap mahasiswa agar bersabar,” ucap Subakti.

Senada, Ketua STST Azmi Kotamobagu, Moh. Anthon Mamonto mengatakan, dirinya belum bisa memastikan kapan izin operasional akan turun. Sehingga dirinya meminta kepada mahasiswa untuk bersabar hingga izin tersebut dikeluarkan pihak DIKTI.

“Saya belum bisa memastikan kapan izinnya turun, maka saya harap semua mahasiswa harap bersabar dulu,” aku Anthon kepada mahasiwa saat demo berlangsung.

Mahasiswa pun tidak puas dengan jawaban yang diterima dan akan melakukan aksi serupa jika tuntutan mereka tidak diindahkan, “Kami hanya mendapatkan jawaban yang ngambang dari pembicaraan ini. Dan kami akan terus menuntut hak kami sesuai dengan kampanye saat penerimaan mahasiswa baru,” seru beberapa mahasiswa.(*)

1 KOMENTAR

  1. Bagaimana bisa izin operasional dan Legalitas sebuah kampus itu belum jelas lantas kemudian proses perkuliahan sudah berjalan selama 4 (empat) bulan lebih ? apakah ini bukan suatu tindakan pembodohan kepada para mahasiswanya ? Mestinya Mahasiswa wajib dan berhak mengawal proses pengurusan izin operasional tersebut. Dan ini bukan masalah SABAR nya, ini lebih ke sejauh mana keperdulian dan keseriusan para mahasiswa dalam mengawal serta mengkontrol proses pengurusan tersebut. Sangat disayangkan ketika mahasiswa menuntut kejelasan kemudian janji demi janjilah yang mereka dapatkan selama ini. 1 hal yang mesti di tambahkan, undang semua pengurus yang ada agar mahasiswa dapat bertatap muka langsung dengan mereka, katakanlah kebenatan walau pahit…dan untuk kalian mahasiswa, tunduk tertindas atau bangkit dan melawan, karena diam dan mundur adalah tindakan pengecut dan penghinaan…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here