Majelis Dzikir Nuurul Khairaat Hadiri Haul Guru Tua ke-46

0
1829

Majelis Dzikir Nuurul Khairaat Hadiri Haul Guru Tua ke-46 Religi

ZONA KOTAMOBAGU – Sekitar puluhan anggota Majelis dzikir Nuurul Khairaat Kotamobagu menghadiri Haul Habib Idrus bin Salim Al Jufri (Guru tua) di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (09/8) pekan lalu. Haul ke-46 pendiri Alkhairaat tersebut merupakan kegiatan rutin yang dihadiri oleh anggota majelis setiap tahunnya.

“Kami bersama rombongan dibawah arahan Habib Saleh Al Idrus sering menghadiri haul Guru tua di Palu setiap tahunnya, biasanya memakan waktu sekitar 2 minggu untuk perjalanan pulang pergi, kami jamaah dari Kotamobagu pun sering bertandang ke sana,” ujar Saiful salah seorang anggota majelis dzikir.

Kegiatan yang dihadiri oleh Gubernur Sulteng, Gubernur Maluku Utara, Walikota Palu, Kapolda Sulteng, Ketua DPRD Provinsi Sulteng Aminuddin Ponulele dan para Pengurus Besar Al khairaat Sulteng tersebut, diikuti sekitar puluhan ribu jamaah dari seluruh penjuru tanah air.

Menteri Sosial Salim Seggaf Aljufri yang juga cicit dari Guru tua saat membawakan kata sambutan sempat menyinggung soal ISIS dan Palestina. “ISIS adalah kelompok yang telah menyimpang dari Islam. Islam adalah agama yang mencintai kedamaian. Sementara, Zionis Israel sudah melakukan tindakan diluar batas kemanusiaan. Semoga warga Palestina diberi kekuatan, semangat dan perlindungan Allah dalam mempertahankan bangsanya,” tutur Mensos.

Majelis Dzikir Nuurul Khairaat Hadiri Haul Guru Tua ke-46 Religi
Guru Tua

Guru tua merupakan ulama yang getol dalam menyebarkan Islam di kawasan timur Indonesia khususnya Maluku dan Sulawesi. Beliau merupakan keturunan Hadramaut, Yaman. Peninggalan beliau adalah Alkhairaat yang saat ini memiliki 1.816 madrasah dan sekolah, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) serta Perguruan tinggi. Madrasah dan sekolah tersebut, tersebar dari Palu yang merupakan pusatnya, hingga Papua. Selain itu, ada juga 34 pondok pesantren, 5 buah panti asuhan, yang tersebar di kawasan timur Indonesia.

Kini, Habib Idrus bin Salim Al-Jufri telah tiada. Beliau wafat pada hari Senin 12 Syawal 1389 Hijriyah atau 22 Desember 1969. Beliau tidak meninggalkan karya tulis, namun karya besar yang beliau tinggalkan bernama Yayasan Pendidikan Islam Alkhairaat, dengan ribuan santri dan alumninya, merupakan bukti nyata kearifan dan pemikiran mulia beliau dalam menyebarkan agama Islam dan membangun generasi islami untuk Indonesia.(Fahmi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here