Memori Keberatan Ditolak Bawaslu, Jadi-Jo Kalah Lagi

Memori Keberatan Ditolak Bawaslu, Jadi-Jo Kalah Lagi Politik
Pasangan Jainudin Damopolii dan Suharjo Makalalag (JaDi-Jo)

ZONA POLITIK – Kemenangan Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan pada pemilihan walikota dan wakil walikota, semakin sempruna. Selain telah menang telak dalam penghitungan suara mulai dari tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga ke tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan dengan jargon TB-NK itu juga berkali-kali menang atas lawan tunggalnya pasangan Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (JadiJo), menyusulan gugatan yang dilayangkan sang lawan itu ditolak Panwaslu Kotamobagu, Bawaslu Provinsi Sulut dan Bawaslu RI.

Rabu (1/8), Bawaslu RI dalam putusannya nomor 002/KB/BWSL/VII/2018 menyatakan menolak keberatan pelapor (Jainudin Damopolii dan Suharjo Makalalag), dan menegaskan bahwa tidak ditemukan kesalahan dan kekeliruan dalam penerapan hukum yang terdapat pada putusan Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara nomor 01/TSM/BWSL-SULUT/VI/2018 tanggal 10 Juli 2018.

Wakil Walikota terpilih, Nayodo Koerniawan, mengaku puas dan menyampaikan puji syukur atas putusan Bawaslu RI tersebut. “Yang namanya kebenaran itu tidak bisa dikalahkan. Bagaimanapun caranya dan upaya apapun yang dilakukan untuk menjegal legitimasi rakyat, tidak akan mampu,” kata Nayodo.

Mantan Ketua KPU Kotamobagu itu juga mengimbau kepada semua pendukung TB-NK untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. “Kita boleh bereuforia, karena kita adalah pemenang. Tapi keamanan, ketertiban dan hubungan persaudaraan harus tetap kita jaga bersama,” imbau Nayodo.

Calon Walikota terpilih, Tatong Bara, mengungkapkan sejak awal pihaknya meyakini tidak ada kesalahan yang dilakukan, serta tidak ada kekhawatiran atas memori keberatan yang dilayangkan lawan politik di Pilwako.

“Kami tahu persis apa yang harus dilakukan. Misalnya soal pembagian sedekah, itu sudah rutin dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya dan bukan pada momen Pilkada saja. Saya tidak ada kekhawatiran bahwa Panwaslu Kotamobagu, Bawaslu Provinsi Sulut dan Bawaslu RI tidak akan mengambil keputusan yang memberatkan. Karena apa yang dituduhkan atas perbuatan yang kita lakukan (pembagian sedekah) itu adalah rutinitas setiap tahun saat buan ramadhan,” ungkap Tatong.

Tatong juga mengimbau kepada semua masyarakat baik pendukung TB-NK dan Jadi-Jo untuk sama-sama menerima hasil Pilkada, dan memahami bahwa tahapan Pilkada Kotamobagu telah berjalan sebagaimana mestinya.

“Mari kita terima putusan ini dan harus legowo. Harus diakui bahwa inilah proses politik. Pertandingan telah selesai, dan mari berjabat tangan lagi. Saya harap tim Jadi-Jo bisa menerima putusan ini,” imbau Tatong.

Sementara itu, Calon Walikota Nomor Urut 2, Jainudin Damopolii, terkesan kecewa dengan keputusan Bawaslu tersebut. “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Kalau sudah begitu, berarti kebenaran sudah mati. Tidak ada lagi yang bisa melihat penyimpangan-penyimpangan yang kasat mata itu. Ternyata di mata hukum itu tidak bisa dilihat. Kepada pendukung, meskipun hasilnya seperti itu (ditolak), tapi kita bangga bahwa sudah berhasil mewujudkan orang-orang baik dan sadar hukum. Ada 31 ribu yang tidak melanggar hukum, itu hal yang membanggakan,” kata Jainudin. (trz/gito)

Leave a Response