Mendapat Perlawanan, Eksekusi Rumah di Posigadan Dihentikan

0
412
Mendapat Perlawanan, Eksekusi Rumah di Posigadan Dihentikan Hukum
Pembacaan surat keputusan penetapan eksekusi oleh Jurusita PN

ZONA HUKRIM – Pelaksanaan eksekusi tanah pekarangan dan rumah oleh Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu, bertempat di Desa Mamalia Dua, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mogondow Selatan, mendapat perlawanan salah satu pihak yang bersengketa, hingga eksekusi yang dilaksanakan Kamis (20/11) kemarin, terpaksa ditunda.

Eksekusi yang dipimpin Jurusita PN Kotamobagu, Tompikat Manoppo dan Panitera Muda Perdata, Markus M Leode SH, serta Wakil Panitera, Dahar Mamonto SH, berdasarkan putusan PN Kotamobagu tanggal 20 November 2008, jo Pengadilan Tinggi Manado tanggal 31 Maret 2009, jo Putusan Makamah Agung tanggal 8 oktober 2010 Reg.No.2600k/PDT/2009.

Dari pantauan zonabmr.com, eksekusi sekitar pukul 11.00 Wita siang itu, turut didampingi pihak keamanan diantaranya Kasat Sabara Polres Bolmong. AKP Andung Masi, Kasat Intel AKP Suharno, Kapolsek Posigadan, serta puluhan angota polisi dan beberapa pegawai staf juru sita PN Kotamobagu yang ikut hadir di lokasi tersebut.

Sengketa jual beli tanah warisan antara dua pihak yakni, Rostin Mokoagow selaku penggugat konvensi melawan Mance Samon CS selaku tergugat konvensi, dimenangkan pihak Mance Samon Cs. Saat proses eksekusi akan dilakukan, pihak keluarga Rostin Mokoagow melakukan perlawanan kepada pihak juru sita pengadilan, timbul ketegagan hingga hampir terjadi adu jotos, namum situasi bisa diredakan aparat kepolisian.

Setelah melakukan perundingan, akhirnya eksekusi tersebut ditunda, “Melihat keadaan sekarang, agar terhidar dengan kotak fisik, kita batalkan eksekusi ini, karena alat kita kurang memadai, kami butuh alat berat (eskavator) untuk melakukan eksekusi.. Kami tetap akan jalankan prose eksekusi tinggal menuggu waktu yang tepat,” ungkapnya.(zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here