Home BMR Kotamobagu Menggaji Tak Sesuai UMP, UD Sakura Bakal Disidak

Menggaji Tak Sesuai UMP, UD Sakura Bakal Disidak

0
773
Menggaji Tak Sesuai UMP, UD Sakura Bakal Disidak Kotamobagu
Tampak Toko Sakura milik pabrik kopi bubuk terbesar di Kotamobagu, UD Sakura

ZONA KOTAMOBAGU – UD Sakura, salah satu perusahaan kopi bubuk Cap Keluarga, dituding tidak memberlakukan upah minimum propinsi (UMP) dan jaminan kesehatan yang layak kepada karyawannya.

“Kami diupah Rp 400 ribu yang dibayarkan setiap dua minggu tanpa potongan. Tapi bisa terjadi pemotongan hingga sekitar 30 persen jika kami sehari tidak masuk. Padahal 400 ribu itu sudah termasuk biaya transportasi,” beber salah satu karyawan yang enggan namanya dipublikasikan.

Pria paru baya ini melanjutkan, jaminan kesehatan untuk para karyawan yang dijanjikan UD Sakura tidak jelas. Sebab hingga saat ini pihak perusahaan tidak memberikan semacam kartu kesehatan untuk jadi pegangan mereka. Dirinya mendesak pemerintah Kota Kotamobagu (KK) segera meninjau perusahaan dikarenakan kejanggalan yang ada.

“Kami minta pemerintah agar dapat memperhatikan keluhan kami ini,” harapnya.

Keluhan tersebut mendapat tanggapan personel Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu, Herry Coloay. Dia menegaskan, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Toko Sakura dalam waktu dekat.

“Jika benar perusahaan telah melanggar Undang-undang No 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan, maka ada konsekuensi hukum yang harus diterima pastinya. Tapi akan kita lihat dulu hasil inspeksi yang akan kami lakukan dalam waktu dekat,” tutupnya.

Upaya konfirmasi ke pihak UD Sakura, hingga berita ini diturunkan belum berhasil.

Peliput: Iswahyudi Masloman

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here