Mengharukan, Ini Cita-cita Luhur Mantan Ketua KPK Antasari

0
235
Mengharukan, Ini Cita-cita Luhur Mantan Ketua KPK Antasari Hukum
Antasari Azhar

ZONA HUKRIM – Masih ingatkah Anda dengan pria kelahiran Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung pada 18 Maret 1953 silam ini? Adalah Antasari Azhar, mantan Ketua KPK yang mendapatkan masalah besar dalam hidup setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Namun di balik kisah pilu itu, ayah dari dua putri ini tetap kokoh berdiri dan tak berhenti berjuang melanjutkan hidupnya yang penuh keterpurukan.

Sosok Antasari Azhar memang menjadi sorotan publik setelah berhasil menjadi Ketua KPK setelah mengungguli Capim KPK lainnya yaitu Chandra M. Hamzah. Ia menang dengan memperoleh total 41 suara dalam voting yang dilangsungkan oleh Komisi III DPR RI.

Kiprah Antasari sebagai Ketua KPK pun langsung mencuri perhatian publik setelah KPK membuat gebrakan yang di antaranya adalah menangkap Jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani dalam kaitan penyuapan kasus BLBI, Syamsul Nursalim.

Tak hanya itu, ada juga penangkapan Al-Amin Nur Nasution dalam kasus persetujuan pelepasan untuk kawasan hutan lindung Tanjung Pantai Air Telang, Sumatera Selatan.

Cita-cita Luhur Antasari Azhar

Antasari Azhar mengaku akan mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar di bidang hukum setelah bebas dari penjara nanti.

“Ke depannya saya akan menjalani kehidupan yang normal tanpa terbebani masalah hukum atau kehidupan di penjara. Ingin jadi dosen di mana saja, asal ada kampus yang ingin menerimanya,” kata Antasari, ditemui usai shalat Jumat di Masjid Raya Al Azom Kota Tangerang.

Puluhan tahun sudah pengalaman Antasari sebagai Jaksa dan juga pernah menjabat sebagai Ketua dari lembaga negara ternama KPK. Sudah ada banyak sekali ilmu yang didapat oleh Antasari. Diakui olehnya banyak sekali pengajar yang tumbuh dari teori-teori saja, tetapi dirinya mempunyai pengalaman dalam bidang hukum serta ditopang dengan teori juga.

Antasari ingin mengajar Mahasiswa Indonesia

Antasari juga mengungkapkan ilmu yang telah diperolehnya tersebut ingin sekali diberikan kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia sebagai penerus bangsa.

“Ada hal yang perlu diperbaiki dalam proses hukum saat ini. Saya ingin sampaikan dalam proses belajar mengajar dan pengalaman ini sebagai bekal penting agar kasus ini tak terulang lagi,” tandasnya.

Untuk sementara ini, Antasari Azhar masih menjalani proses asimilasi atau pembinaan sebagai haknya selaku terpidana. Ia menjalankan proses tersebut dengan bertugas di Kantor Notaris di Kota Tangerang.

Setiap harinya, Antasari bertugas dengan masuk pada pukul 09.30 WIB dan kembali pulang ke Lapas pada sore hari pukul 17.00 WIB.

Antasari mengaku tidak sama sekali dendam dengan hukuman yang dirasanya tak adil ini. Sudah enam tahun lebih Antasari menghuni Lapas dan menjalani hukuman yang seharusnya tidak pantas untuk didapatkannya.

Ia mengaku kalah hanya ingin dapat pulang ke rumahnya di Serpong dan menjalani hidup seperti biasa. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Antasari ingin mengabdi sebagai dosen untuk mahasiswa di Indonesia.(www.hatree.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here