Menikmati Perjalanan Menuju ke Tujuan

0
341

Menikmati Perjalanan Menuju ke Tujuan Wisata

Lazimnya, ketika berlibur memanfaatkan waktu di sela-sela kesibukan dan rutinitas yang menjemukan, kebanyakan orang selalu menginginkan segera sampai di tempat tujuan. Namun, tanpa mereka sadari ada yang terlewatkan. Karena perjalanan menuju ke tujuan itu ternyata tak kalah serunya.

HARI masih pagi. Namun tim Topik sudah sibuk mempersiapkan segala peralatan dan perlengkapan untuk perjalanan liputan ke sebuah destinasi wisata di timur Totabuan.

Pukul 09.00 Wita, dengan tiga sepeda motor, kami bergegas meninggalkan pusat Kota Kotamobagu. Sepuluh menit perjalanan berlalu, sejuk udara pegunungan menyergap. Menandakan kami mulai memasuki wilayah pegunungan Modayag, wilayah yang membatasi Kota Kotamobagu dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Menikmati Perjalanan Menuju ke Tujuan Wisata  Setelah melewati beberapa desa, mata kami mulai menikmati lanskap yang didominasi warna hijau. Sungguh menyegarkan. Tak hanya mata yang dimanjakan, telinga pun ikut menikmati suara merdu dari ranting-ranting pohon yang diterpa angin.

Semakin menanjak. Di pinggiran sepanjang jalan, pandangan kami disambut kios-kios sederhana milik para pedagang yang menjajakan jagung bakar. Di salah satu kios kami sepakat menepi. Sengaja kami membeli jagung mentah dengan maksud akan dibakar sesampainya di tempat tujuan. Harga yang ditawarkan pun cukup murah, hanya Rp 2000 untuk setiap satu tongkol jagung.

Usai membeli jagung, perjalanan pun kembali kami lanjutkan. Lanskap perbukitan yang dimanfaatkan sebagai perkebunan bawang dan jagung, membuat kami berhenti untuk mengabadikannya. Terlihat ada beberapa petak lahan yang belum ditanami, mungkin karena kemarau panjang yang telah berlangsung hampir tiga bulan ini. Ah, semoga saja hujan segera turun.

Menikmati Perjalanan Menuju ke Tujuan Wisata  Jalur perjalanan yang kami ambil mengharuskan kami melewati danau Tondok. Sebuah danau berukuran kecil yang konon katanya merupakan anak dari danau Moat. Dari jalan yang kami lewati, keindahan danau Tondok dapat dinikmati dengan sempurna. Nampak terlihat aktivitas masyarakat yang memanfaatkan danau itu untuk budi daya ikan dengan membuat karamba.

Saat tiba di persimpangan, kami mengambil jalan ke kanan ke arah Atoga. Di samping kiri terlihat danau Moat di kejauhan. Lagi-lagi lanskap yang sungguh disayangkan bila tidak diabadikan. Pemadangan itu sekilas mengingatkanku pada cuplikan adegan di film-film berlatarkan Britania Raya.

Namun sayang, pinggiran jalan tempat kami menikmati keindahan itu, telah dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai tempat pembuangan sampah. Mungkin pemerintah harus memberikan perhatian khusus, akan hal ini.

Menikmati Perjalanan Menuju ke Tujuan Wisata  Perjalanan kami selanjutnya melewati banyak tanjakan dan turunan. Di kalangan masyarakat Bolmong Raya, wilayah Atoga sudah dikenal sebagai jalur yang menantang bagi para pengendara. Tebing yang tinggi dan jurang yang mengangah menjadi ciri khas dari jalur alternatif menuju ke pusat Pemerintahan Kabupaten Boltim, Tutuyan ini.

Beberapa menit kemudian, laut mulai tampak di kejauhan. Menandakan tujuan akhir semakin dekat. Daerah pesisir Boltim. Kami pun memutuskan untuk sejenak beristirahat, sembari mengambil beberapa foto dengan pemandang yang luar biasa dari puncak itu.

Menikmati Perjalanan Menuju ke Tujuan Wisata  Ketika sampai di tujuan merupakan momen terindah seorang traveler. Tetapi proses menuju ke tujuan bagi saya pribadi, memiliki makna yang dalam. Bagaimana pikiran saya diajak berpikir dan berkomunikasi dengan lingkungan. Melihat keragaman dan harmonisasi alam semesta. Menanamkan pemahaman bahwa proses adalah sesuatu yang meski terkadang sulit, namun pada akhirnya akan terlihat sangat indah ketika kita menikmatinya. Bagaimana dengan Anda? Siapkah menikmati perjalanan menuju ke tujuan?

Sumber: Tabloid Topik Edisi II/2015

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here