Meski Pandemi, Omzet Penjualan Sambal Kentang Mama Yanti Meningkat

0
56

Meski Pandemi, Omzet Penjualan Sambal Kentang Mama Yanti Meningkat Ekonomi Kotamobagu  ZONA EKONOMI — Terbatasnya aktivitas akibat pandemi covid-19 turut mendorong terciptanya peluang usaha rumahan yang dilakoni sejumlah warga.

Seperti halnya, usaha penjualan sambal kentang yang dilakoni Mama Yanti (52) warga Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Menurut wanita paruh baya ini, sebenarnya usaha berjualan sambal kentang sudah dilakoninya sejak tahun 2015 silam. Berawal dari sejumlah pelanggan yang sering makan di warungnya dan menawarkan menjadi reseller penjualan produk olahan makanan ini.

Lanjutnya, awalnya hanya bisa menyediakan 50 pouch. Namun dua tahun belakangan sejak pandemi corona melanda, justru permintaan semakin meningkat dari biasanya 50 pouch menjadi 150 hingga 300 pouch.

“Kadang kami merasa kewalahan, karena masih mengunakan alat manual dan hanya mempekerjakan satu orang, sehingga untuk menyediakan 300 pouch, kami butuh 3 sampai 4 hari. Oleh karena itu orderan sambal kentang dibatasi kuotanya,” katanya.

Untuk 1 pouch sambal kentang ukuran 250 gram, dibanderolnya dengan harga Rp 10.000 “Berminat? bisa langsung mengunjungi warung makan kami dengan alamat Perumahan Permai Pobundayan RT IX,” tandasnya.

Sambal kentang sendiri merupakan lauk yang berbahan dasar kentang dicampur potongan hati sapi serta kacang goreng. Semua bahan tersebut diaduk menjadi satu bersama bumbu khas hingga menciptakan rasa yang enak, pedas, manis, dan renyah. (*/guf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here