Momen Peringatan Hari Kartini, Perempuan Harus Ambil Bagian Dalam Pembangunan Daerah

0
248
Momen Peringatan Hari Kartini, Perempuan Harus Ambil Bagian Dalam Pembangunan Daerah Kotamobagu
Suasana upacara peringatan Hari Kartini.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar upacara peringatan Hari Kartini di Lapangan Boki Hotinimbang, Rabu (25/4). Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, bertindak sebagai inspektur pada upacara yang dihadiri pada pejabat dan ASN di lingkungan Pemkot Kotamobagu, Ketua bersama jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) serta organisasi perempuan.

Dalam sambutannya, Pjs walikota mengimbau agar momentum peringatan Hari Kartini merupakan sebuah inspirasi wanita Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan serta bersama mengambil peran penting dalam pembangunan bangsa.

“Atas perjuangan Raden Ajeng Kartini, saat ini kehidupan kaum perempuan termasuk di Kota Kotamobagu sudah lebih maju dari jamannya dulu. Semua strata pendidikan telah terbuka, sehingga kemampuan serta kesempatan saat ini bisa dikatakan sudah sejajar dengan laki-laki dalam semua aspek kehidupan,” katanya.

Untuk semua organisasi perempuan di Kota Kotamobagu, Asisten II Pemprov Sulut itu berharap agar dapat mengambil posisi dan peran aktiv dalam memajukan daerah.

“Melalui momentum ini, diharapkan agar seluruh organisasi perempuan yang ada di daerah ini untuk dapat menempatkan diri serta ikut ambil bagian dalam memajukan daerah,” harapnya.

Upacara tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-22. Terkait dengan peringatan Hari Otda, Pjs walikota yang membacakan amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menyampaikan, 22 tahun implementasi daerah sudah memberi banyak hal positif dan telah dirasakan rakyat Indonesia, seperti pembangunan sarana dan prasarana yang meningkat sesuai potensi daerah, tingkat akurasi yang tinggi serta mengakomodir keinginan masyarakat, serta mendorong proses pengambilan keputusan publik yang lebih partisipatif dan demokratis lewat pemilihan kepala daerah. (ads/gito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here