Home BMR Bolsel MoU Menggantung di Tangan PT JRBM

MoU Menggantung di Tangan PT JRBM

0
953
MoU Menggantung di Tangan PT JRBM Bolsel
Ilustrasi

Zona Bolsel – Meski Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak Pemkab Bolsel dan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), drafnya sudah rampung lebih setahun, namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari legal formal yang memuat 14 poin kesepakatan tersebut karena belum ditanda tangani kedua belah pihak, karena masih menggantung di tangan PT JRBM.

Kepala Dinas Energy dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Syahril Gaib saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sudah menghubungi JRBM agar segera menindaklanjuti MoU tersebut. “Pemda sudah mendesak pihak perusahaan dan memberikan batas waktu,” jelas Syahril.

Menurutnya, persoalan MoU selalu menjadi sorotan masyarakat, sehingga harus dipercepat.  Tak hanya soal MoU kata Syahril, tapi persoalan Bolsel yang hanya dijadikan sebagai daerah tetangga akan dipertanyakan. “Bolsel bukan daerah tetangga tapi daerah penghasil. Karena lebih dari 80 persen wilayah eksplorasi PT JRBM atau 570 hektar masuk daerah administrasi bolsel,” jelas Gaib.

Wakil Ketua DPRD Bolsel Riston Mokoagow meminta, agar perusahaan harus segera menindaklanjuti persoalan tersebut, karena MoU ini sejak tahun lalu belum juga ditandatangani JRBM. “Jika hal ini tidak segera diseriusi pihak perusahaan, maka segera angkat kaki dari bolsel,” tegas Riston. Seraya mengatakan, DPRD sendiri sudah pernah memanggil perusahaan tambang emas ini, tapi hingga kini belum juga ada kejelasan.

Menyikapi persoalan ini aktivis pemerhati Bolsel Amin Laiya mengatakan, 14 poin yang sudah tertuang dan akan disepakati oleh Pemkab dan JRBM adalah hal yang sangat prinsip dan harus diseriusi. “Jangan sampai kedepan nanti akan menimbulkan persoalan baru. Jadi kalau MoU sudah ditandatangani maka jelas siapa yang bertanggungjawab jika kedepan ada permasalahan,” kata Laiya. Humas PT JRBM Kisman Paputungan saat dikonfirmasi mengatakan, MoU Pemkab Bolsel dan JRBM kini sedang dalam proses dan waktu dekat akan rampung. “Sedang dalam proses karena sudah di usulkan ke menejemen,” singkat Kisman.

Diketahui MoU tersebut sudah diusulkan Pemkab Bolsel, saat kunjungan sejumlah petinggi PT JRBM di Bolsel pada Rabu 5 September 2012. Dan yang hadir saat itu Presiden Direktur (Presdir) Sri Darmawan, Maneger Intendent Adi Prasetyo, serta didampingi dua senior Supervaisor yakni Sarif Mokodongan dan Rewi Pontoh. Sementara dari pihak Pemkab Bolsel sendiri dihadiri langsung Bupati Hi Herson Mayulu dan jajarannya, termasuk Camat Pinolosian dan Pinolosian Timur, serta 7 (Tujuh) Sangadi (Kepala Desa,red) yang ada di Desa lingkar tambang. (*)

MoU Menggantung di Tangan PT JRBM Bolsel

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here