Nasib JaDi-Jo Tergantung KTP

Nasib JaDi-Jo Tergantung KTP

Nasib JaDi-Jo Tergantung KTP Politik

Pasangan Jainudin Damopolii dan Suharjo Makalalag (JaDi-Jo)

ZONA KOTAMOBAGU – Jalan berliku harus dilalui bakal pasangan calon Jainudin Damopolii dan Suharjo Makalalag. Meski jumlah dan sebaran dukungan yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah dinyatakan memenuhi syarat, namun pasangan dengan jargon JaDi-Jo itu masih harus melalui jalan panjang dan penuh liku.

10.537 Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga yang diserahkan sebagai syarat dukungan menjadi penentu nasib JaDi-Jo untuk bisa tampil di Pilwako mendatang. Sebab KPU masih akan melakukan verifikasi administrasi, analisis dukungan ganda hingga verifikasi faktual terhadap dokumen syarat dukungan yang sebelumnya sudah dinyatakan memenuhi syarat oleh penyelenggara.

Selain itu, bakal calon wakil walikota, Suharjo Makalalag, juga harus terlebih dahulu mengundurkan diri sebagai ASN Pemkab Bolmong, serta wajib mengungumumkan diri ke media massa soal status dirinya sebagai mantan narapidana.

“Setelah memverifikasi jumlah dan sebaran dukungan, selanjutnya KPU akan memverifikasi administrasi dan analisis dukungan ganda hingga 8 Desember mendatang. Setelah itu akan lanjut kepada verifikasi faktual,” kata Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU, Aditya Tegela.

Meski proses yang harus dilalui masih panjang, namun pasangan JaDi-Jo meyakini bisa melewatinya dan akan lolos sebagai peserta Pilwako.

“Alhamdulillah syarat dukungan melebihi batas minimum. Etape pertama sudah OK dan insya allah sampai pada tahap akhir,” sebut bakal calon walikota, Jainudin Damopolii, usai menerima berita acara hasil verifikasi jumlah minimal dan sebaran dukungan calon perseorangan di Kantor KPU.

Sementara itu, Suharjo Makalalag, mengakui dirinya siap melepas status ASN yang melekat padanya saat ini.

“Yang pasti sebelum pendaftaran saya sudah mengundurkan diri. Tapi saya juga akan segera mengajukan pensiun dini. Insya allah Senin depan surat pengunduran diri akan diajukan. Mudah-mudahan disetujui bupati, tapi kalau tidak saya tetap akan mengundurkan diri sebelum ditetapkan sebagai calon,” sebutnya.

Selain pengunduran diri, ia juga menyatakan siap mengumumkan diri ke media massa soal status mantan narapidana.

“Itu akan saya lakukan pada Bulan Februari nanti,” tambahnya. (trz)

About author

You might also like

Politik 0 Comments

Laskar Muda Hanura Dideklarasi, Ketua DPP Dijabat Candra Modeong

ZONA POLITIK – Untuk menjaga kemurnian pergerakan kepemudaan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), puluhan kader dan simpatisan Partai Hanura dari seluruh Indonesia mendeklarasikan berdirinya organisasi Laskar Muda Hanura (Lasmura) di

Politik 0 Comments

Deklarasi Damai Awali Kampanye Pilkada Bolmong

ZONA BOLMONG – Menandai dimulainya tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah Bolaang Mongondow (Pilkada Bolmong), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolmong menggelar deklarasi kampanye damai di Lapangan Bungin, Desa Inobonto, Kecamatan Bolaang,

Politik 0 Comments

Jokowi Ditantang Mundur dari Jabatan Gubernur DKI

ZONA POLITIK – Usai pelaksanaan Pilpres pada 9 Juli lalu, berbagai status di jejaring sosial rupanya masih dihebohkan tentang klaim kemenangan Pilpres dari keduabelah kubu. Berbagai macam status terlontar dari

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply