Nasihat Agama dan Penyejuk Hati

0
540
Nasihat Agama dan Penyejuk Hati Religi
Raudah Masjid Nabawi

“Barangsiapa masuk ke kubur tanpa membawa bekal, laksana seorang yang mengarungi lautan tanpa perahu.”

(Sayyidina Abubakar Ash-Shidiq)

Takwa kepada Tuhan semesta alam merupakan kemuliaan besar yang tinggi dan perisai bagi pelakunya di dunia dalam arti keimanan dalam hatinya menjelang kematian dan semasa ia di akhirat, dan dua tempat yang awal dan akhir, orang-orang yang bertakwa akan kembali kepada Allah dalam keadaan mulia dan terjaga sedangkan orang-orang yang melalaikan perintah Allah dan melakukan larangan-Nya, mereka akan kembali dalam keadaan hina dan tercela.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman ;

“Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata) : Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), Kami akan mengerjakan amal saleh, Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”

Nasihat Agama dan Penyejuk Hati Religi  Hal ini ketika tersingkap bagi mereka keadaan yang sebenarnya, dan telah diangkat dari mereka hijab tabiat yang bodoh, saat itu mereka meminta dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh, mana mungkin lagi mereka dapat kembali ke dunia.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan ? Maka rasakanlah (azab kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun”.

Arti ketakwaan adalah mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya secara dhahir dan batin disertai takut kepada-Nya, menginginkan anugerah-Nya, tunduk kepada-Nya dan mengenal keagungan-Nya.

Nasehat oleh : Habib Ahmad bin Zein Al Habsyi

“Lisan adalah daratan, sedangkan hati adalah lautan. Apabila lisan rusak, maka manusia akan menangisinya. Namun jika hati yang rusak, maka para malaikat akan menangisi keadaannya itu.”

(Sayyidina Abubakar Ash-Shidiq)

Sumber : Buletin mingguan Majelis Dzikir Nuurul Khairaat Kotamobagu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here