Ngopi, Antara Budaya dan Gaya Hidup

 

Ngopi, Antara Budaya dan Gaya Hidup Gaya Hidup Kotamobagu
Suasana salah satu cafe di Kotamobagu

 

ZONA GAYA HIDUP – Minum kopi bagi sebagian besar warga Kotamobagu, bukan sekedar penahan rasa ngantuk untuk bergadang atau suguhan wajib dipagi hari, bahkan sudah menjadi budaya seperti bertandang ke rumah teman atau kerabat pasti tersaji segelas kopi, tak terlewatkan juga hingga ke hajatan atau pesta, kopi sudah menjadi wajib tersajikan.

Tak hanya itu, minum kopi belakangan ini telah berkembang menjadi gaya hidup tersendri bagi beberapa kalangan khususnya di Kotamobagu, keberadaan warung kopi (warkop) yang semakin menjamur sangat berperan besar mempengaruhi budaya minum kopi itu sendiri. saat sebelumnya kopi lebih sering dinikmati di rumah ataupun tempat kerja, kini para penikmat kopi mulai sering menikmatinya di warkop atau kedai kopi.

Warung Kopi Jarod, Kopi Korot, Coffee Break dan Mimosa Cafe adalah sebagian kecil kedai kopi yang sering menjadi tujuan pencinta Kopi untuk menghabiskan sebagian waktunya. Cita rasa kopi yang begitu menggoda bukan menjadi satu-satunya daya pikat kedai kopi, layanan free wifi dan akustik musik hingga berbagai macam permainan kartu serta catur sengaja disediakan pemilik kedai untuk menjadi daya pikat kedai kopinya.

Kedai kopi kini tak hanya sekedar menjadi tempat untuk menikmati kopi, kedai kopi bisa menjelma menjadi apa saja bagi pengunjungnya. bagi kalangan pekerja dari kalangan wartawan, kedai kopi sering dimanfaatkan sebagai kantor kedua mereka untuk bekerja dan membuat berita, tempat menikmati sajian live musik bagi pencinta musik, dan tempat diskusi bagi kalangan politikus dan mahasiswa, selain itu bagi kawula muda kotamobagu, kedai kopi lebih sering dimanfaatkan sebagai tempat untuk bercengkrama dengan teman-temannya.

Wahyu pramono, salah satu pemuda kotobangon menuturkan, dirinya mengabiskan waktu diwarung kopi bersama teman-temannya hampir setiap malam. kita datang ka warkop cuma mo ba kumpul deng tamang-tamang for mo main domino atau main catur. Ujar Wahyu seraya mengakui sebelumnya tidak suka minum kopi, namun sekarang kopi susu adalah menu yang dipilihnya setiap datang di kedai kopi langganannya.

Lain halnya dengan Ary Setiawan, mahasiswa Fakultas Teknik Unsrat semester akhir ini bertutur bahwa setiap pulang ke Kotamobagu, dirinya selalu menyempatkan  mampir ke warung kopi Jarod yang berada di sinindian, hanya sekedar untuk menikmati kopi dan berdiskusi dengan kawannya.

“kita lebe suka rasa kopi disini, beda deng tampa laeng”. singkat penggiat salah satu organisasi kemahasiswaan itu.(*)

Leave a Response