Oknum PNS Boltim Kepergok Kumpul Kebo di Mess BPK

0
543
Oknum PNS Boltim Kepergok Kumpul Kebo di Mess BPK Boltim
Ilustrasi

ZONA BOLTIM – SM alais To, salah satu oknum Pegawai Negri Sipil (PNS) yang bertugas sebagai staf di Inspektorat Boltim, diduga melakukan hubungan gelap dengan seorang perempuan AP alias Ayu, setelah kepergok warga Tutuyan III kecamatan Tutuyan, tengah tinggal bersama di mess kantor Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Kamis (13/11) malam.

Oknum PNS tersebut terinformasi merupakan salah satu anak dari pejabat teras Pemda Boltim. Sementara AP, warga Lolak, Kabupaten
Bolmong, yang nantinya akan mengikuti ujian tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Boltim. “Mereka ternyata sudah tiga hari nginap di
mess yang disewa oleh Pemda itu. Mess tersebut biasa dipakai untuk tempat istirahat Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) jika melakukan
pemeriksaan di Kabupaten Boltim,” kata Sangadi Tutuyan III Drs Ajis Paputungan, kepada sejumlah Wartawan kamis (20/11) siang tadi.

Saat ditanyakan sanksi apa yang akan diberikan, Ajis menjelaskan yang pastinya ada sanksi adat dari desa. “Jika menggikuti adat seharusnya mereka berdua di kawinkan, tapi karena ada berbagai pertimbangan dan intervensi, maka hanya diberikan sanksi berupa uang alas kampung yakni sebesar Rp 1 juta, tapi sampai saat ini belum juga terealisasi,” ungkap Ajis.

Ditambahkannya, saat kejadian malam itu, To yang kepergok warga dalam keadaan setengan bugil, hendak memberikan keterangan yang tidak benar. “Saat saya tanyakan kejelasan nama orang tua, dia (TO) hendak memberikan keterangan palsu. Padahal saya tahu sendiri siapa orangtuanya. Bukan hanya itu saja, kedunya mengaku adalah suami istri, kenyataannya oknum PNS ini sudah berstatus mempunyai keluarga (menikah.red),” ujarnya.

Sementara, orang tua dari Oknum PNS tersebut yang juga pejabat teras pemda boltim, saat diwawancarai menjelaskan, bahwa mess tersebut
dipinjam olehnya kepada Sekertaris Daerah (Sekda) Boltim. “Saya pinjam kunci mess itu kepada saudara sekda untuk saya istirahat, kuncinya saya titip pada anak saya, tapi ternyata dia salah manfaatkan kepercayaan yang diberikan. Saya sangat marah, dan saya meminta maaf atas kesalahan yang cukup terbilang memalukan oleh masyarakat dilakukan oleh anak saya. Untuk uang alas kampungnya, pasti akan saya selesaikan langsung kepada sangadi yang bersangkutan,” kata Asisten III Djainudin Mokoginta, kepada awak media.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Drs Darwis Lasabuda melalui Kabib Perencanaan dan Disiplin Ade Herly
Mokoginta saat dimintai terkait hal ini mengatakan, permasalahan ini bisa ditindaklanjuti jika ada laporan tertulis. “Iya, jika ada laporan tertulis yang masuk, kami pasti akan menindaklanjuti dengan memanggil oknum tersebut untuk di BAP,” tegas Ade Herly.

Peliput: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here