Olah Hasil Komoditi Pertanian jadi Cemilan, Warga Upai ini Untung Jutaan Rupiah per Pekan

0
83
Olah Hasil Komoditi Pertanian jadi Cemilan, Warga Upai ini Untung Jutaan Rupiah per Pekan Ekonomi Headline
Kentang goreng hasil olahan Yeti Makalunsenge siap diedarkan.

ZONA KOTAMOBAGU – Pembatasan aktivitas di pasar akibat pandemi virus corona, tak membuat pedagang di Kota Kotamobagu putus asa. Kondisi ini justru dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis usaha baru. Seperti yang dilakukan Yeti Makalunsenge, warga Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.

Sejak dua pekan terakhir, ia mulai menjalankan bisnis usaha dari rumah dengan mengolah hasil komoditi pertanian seperti kentang, kacang dan pisang menjadi cemilan. Selanjutnya, cemilan hasil olahannya itu dijual ke warung-warung yang ada di Kota Kotamobagu dan daerah tetangga lainnya, seperti Dumoga dan Lolak (Bolmong) serta Bolsel. “Alhamdulillah hasilnya lumayan. Bisa sampai dua juta dalam sekali produksi,” katanya, Senin (7/4).

Cemilan hasil olahannya seperti kentang goreng, kacang goreng dan keripik pisang dijual dengan harga bervariasi. Kentang goreng dijual seharga Rp25 ribu dan Rp15 ribu per bungkus yang disesuaikan degan ukuran kemasannya. Sedangkan kacang goreng dijualnya seharga Rp10 ribu per 13 bungkus, dan keripik pisang 1.000 per bungkus. “Dalam seminggu bisa sampai tiga kali membuat kentang goreng, kacang goreng dan keripik pisang,” ujarnya.

Untuk mendapatkan kentang sebagai bahan dasar membuat kentang goreng, ia mengungkapkan dirinya membeli langsung kepada petani di Desa Insil, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolmong. Harga per karungnya Rp150 ribu. Sedangkan kacang tanah dibelinya di pasar tradisional yang ada di Kota Kotamobagu. Per kilo gram dibelinya Rp30 ribu. “Kalau pisang saya ambil di kebun sendiri. Biasanya di jual di pasar, tapi karena ada pembatasan aktivitas jadi saya olah jadi keripik dan di jual sendiri,” ungkapnya. (gjm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here