Ongkos Tukang dan Ketersediaan Lahan Jadi Kendala Pendirian MCK

0
564
Ongkos Tukang dan Ketersediaan Lahan Jadi Kendala Pendirian MCK Kotamobagu
Sarana MCK (F: Ilustrasi)

ZONA KOTAMOBAGU – Pembangunan sarana MCK (Mandi Cuci Kakus) di seluruh kelurahan/desa se-Kotamobagu tampak mengalami kendala, khususnya terkait penyediaan lahan yang diantarannya memiliki harga tinggi.

Hal tersebut diutarakan salah seorang staf Kelurahan Mogolaing yang enggan namannya dicantumkan. Kata dia, lahan di Kelurahan Mogolaing saat ini harganya mahal. “Belum lagi dengan ongkos tukang. Itu menjadi kendala dalam pendirian sarana MCK,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Sosial (Dinsos) Kotamobagu, Irawan Mokodompit mengatakan, pihaknya telah memberikan dua opsi untuk tiap kelurahan. “Pertama, lahan bisa didirikan di bangunan atau tanah milik pemerintah. Kedua, lahan bisa didirikan di lahan milik masyarakat dengan syarat memiliki SKH (Surat keterangan hibah),” ujarnya.

Irawan Menambahkan, bahwa Dinsos hanya memberikan dana sebesar Rp 15 Juta untuk setiap desa/kelurahan. “Untuk penyediaan bahan bangunan, diserahkan kepada pihak ketiga dalam hal ini kontraktor CV Fajar yang beralamat di kelurahan motoboi kecil, yang nantinya berkoordinasi dengan kelurahan/desa masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Motoboi kecil Djahidin Pokoba mengatakan, dirinya mewakili masyarakat menyambut baik program pembangunan sarana MCK tersebut.

“Apalagi masyarakat kurang mampu di wilayah kami masih membutuhkan WC umum. Untuk lahannya kami sudah ada dan untuk ongkos tukang nanti dilihat bagaimana nanti,” tukasnya.

Peliput: Zulfahmi Paputungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here