PAC PDIP Modayag Barat Tak Akui Lensun Ketua DPC

0
632
PAC PDIP Modayag Barat Tak Akui Lensun Ketua DPC Boltim
Afriansyah Embo

ZONA BOLTIM – Meski Medy Lensun terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), namun sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP di Boltim tidak mengakuinya.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Ketua PAC Kecamatan Modayag Barat, Afriansyah Embo, saat bersua dengan zonabmr.com di warung kopi Jarod Sinindian, minggu (08/3).

Embo menjelaskan, Konfrensi Cabang (Konfercab) PDIP Boltim yang dilaksanakan di Hotel Gread Kawanua Manado Kamis (5/3) lalu, peserta konfercab termasuk ketua-ketua PAC tidak diberikan hak bicara oleh presidium sidang yang dipimpinan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDIP Sulut.

Konfercab tersebut menurut Embo, dianggap melanggar aturan karena tak sesuai dengan Surat Keputusan (Skep) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) nomor 066 bab 10 pasal 19 ayat (1).

Ia menguraikan, dalam peraturan itu disebutkan seluruh perserta konfercab partai mempunyai hak bicara. Sementara dalam ayat 2 disebutkan, hak suara dalam konfercab partai adalah satu suara untuk setiap PAC yang hadir pada saat pengambilan keputusan.

“Akan tetapi, kami yang hadir selaku PAC tidak diberikan hak, bahkan hanya dianggap sebagai pendengar. Sehingga kami yang ada di PAC tidak mengakui Medy Lensun sebagai ketua DPC PDIP Boltim meskipun sudah terpilih,”¬† ungkap Embo.

Hal yang sama dikatakan ketua organisasi masyarakat Banteng Liar Boltim, Wahyu Aer. Menurutnya, calon ketua sesuai dengan Skep DPP, nomor 067 bab 7 pasal 13 ayat 2 huruf C dan huruf H, dimentahkan Medy Lensun.

Ia menguraikan, dalam pasal tersebut disebutkan bahwa calon ketua DPC berdomilisi di kabupaten/kota, minimal lima tahun menjadi anggota partai dan sekurang-sekurangnya pernah menjadi pengurus partai di tingkat kecamatan dan badan-badan sayap di kabupaten/kota, serta tidak pernah dicalonkan oleh partai lain sebagai anggota legislatif pada Pemilu tahun 2009 dan tahun 2014.

“Syarat ini sudah dimentahkan oleh Medy Lensun sebagai calon ketua, sehingga sebagai Ormas Banteng Liar menyatakan tidak mengakui Lensun,” ujar Wahyu.

Wahyu yang juga mantan Ketua PAC Kecamatan Modayag Barat tersebut menambahkan, beberapa pengurus Ranting dan PAC (PDI-P) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengatakan bahwa dengan dipaksakanya Medy Lensu sebangai Ketua DPC PDIP Boltim, itu adalah ancaman dalam memenangkan Partai kedepan nanti, “Ini samahalnya dengan bunuh diri,” ungkap Wahyu.

Peliput: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here