ZONA KOTAMOBAGU – Lanjutan pembangunan Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM) terus dipacu. Sesuai target, masjid yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu sudah bisa digunakan untuk sholat Idul Fitri tahun ini.
“Melihat progres pembangunannya, sholat Idul Fitri sudah bisa digunakan. Sebenarnya di bulan ramadhan ini juga sudah bisa digunakan, tapi karena masih banyak sisa material dan debu, jadi nanti pada Idul Fitri baru digunakan,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali.
Dijelaskannya, realiasi pekerjaan sudah mencapai 38 persen. Angka tersebut merupakan realisasi dari pelaksanaan pekerjaan dua pekan lalu. “Kalau ditambah dengan pekerjaan dua minggu terakhir ini sudah di atas angka itu,” jelasnya.
Ia berharap, pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar dan sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu, ia meminta kepada pihak ketiga pelaksana proyek tersebut agar dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk menyelesaikan target pekerjaan. “Selain waktu, kualitas pekerjaan juga harus diperhatikan. Kita terus mengawasi pekerjaannya, agar berjalan sesuai harapan kita semua,” tambahnya. (ads/gito)
Pjs Walikota foto bersama jajaran SKPD usai menerima penghargaan PPD 2018.
ZONA KOTAMOBAGU – Berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah, mendapat pengakuan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Ini dibuktikan dengan penghargaan PPD (Perencanaan Pembangunan Daerah) Tahun 2018 yang didapat Pemerintah Kota (Pemkot). Penghargaan itu telah diterima Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, pada Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) yang dilaksanakan di Ballroom Puri Agung Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4).
Di Sulawesi Utara, Kota Kotamobagu menjadi satu-satunya daerah yang mendapatkan penghargaan tersebut. Hal itu merupakan sebuah pencapaian besar yang didapat atas kerja sama semua pihak terkait.
“Penghargaan ini juga merupakan hasil pencapaian perencanaan pembangunan yang selama ini dilaksanakan oleh Pemerinth Kot Kotamobagu, termasuk penggunaan e-Planning dalam bidang perencanaan pembangunan daerah,” kata Pjs Walikota, usai menerima penghargaan tersebut.
Disisi lain, Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) itu mengapresiasi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya tim perencanaan pemerintah daerah yang berhasil masuk nominasi lima besar daerah se-Indonesia penerima penghargaan.
“Raihan penghargaan ini tentunya akan menjadi pemicu dan pemacu semangat dan motivasi bagi Pemerintah Kota Kotamobagu dalam pelaksanaan program pembangunan. Apalagi meskipun masih terhitung sebagai daerah baru, tapi Kota Kotamobagu telah berhasil meraih prestasi yang membanggakan ini,” ujarnya. (ads/gito)
Warga Motoboi Besar foto bersama bersama pemerintah kelurahan dan BPN usai menerima sertifikat tanah.
ZONA KOTAMOBAGU – Sertifikat tanah yang diterbitkan melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2017 mulai didistribusikan ke masyarakat. Senin (30/4), masyarakat Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, menerima sertifikat tanah dari pemerintah kelurahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kotamobagu.
Penyerahan sertifikat itu merupakan lanjutan dari penyerahan sertifikat secara simbolis oleh Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, beberapa waktu lalu. “Kelurahan Motoboi Besar tahun lalu mendapat jatah 234 bidang tanah pada program PTSL. Beberapa waktu lalu sudah diserahkan 15 sertifikat secara simbolis, dan hari ini ada 35 sertifikat kita serahkan bersama dengan BPN,” kata Lurah Motoboi Besar, Zulfan Pombaile.
Lanjutnya, penyerahan sisa sertifikat lainnya akan diserahkan di Kantor BPN mulai pekan depan. “Masih ada dokumen yang harus ditandatangani oleh penerima. Sehingga itu penyerahannya baru akan dilakukan pekan depan di Kantor BPN,” ujarnya.
Ia berharap, masyarakat menjaga dan menyimpan dengan baik sertifikat yang baru diterbitkan tersebut. “Sertifikat ini menjadi jaminan kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah. Ini harus dijaga dengan baik,” harapnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Seleksi calon peserta Uyo’-Nanu’ Tahun 2018 dimulai. Sebagai tahap awal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) menyeleksi berkas administrasi dari 68 yang mendaftar sebagai peserta ajang tahunan itu.
Kepala Bidang Pariwisata, Hasna Paputungan, mengatakan ada 68 peserta yang terdiri dari 36 orang laki-laki dan 32 orang perempuan yang mengambil formulir hingga hari terakhir pendaftaran. “Setelah tahapan pendaftaran ditutup, sekarang kita mulai fokus pada penelitian kelengkapan administrasi dari masing-masing peserta,” katanya.
Dijelaskannya, tahapan penelitian administrasi dimulai 30 April hingga 2 Mei dan dilanjutkan dengan tahapan wawancara pada tanggal 3 hingga 4 Mei. “Pada tes wawancara nanti kita akan melibatkan beberapa SKPD terkait serta IPPKK (Ikatan Putra-Putri Kota Kotamobagu). Setelah tahapan itu baru diumumkan peserta Uyo Nanu pada tanggal 5 Mei,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, 68 orang yang mengambil formulir pendaftaran berasal dari utusan dinas, badan, bagian di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.
“Ada juga utusan pribadi. Kita harap semua calon peserta dapat mengikuti semua tahapan dengan baik, dan bisa mengeluarkan segala kemampuan dan potensi yang ada dalam diri masing-masing ketika masuk pada tahapan selanjutnya,” ungkapnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perhubungan (Dishub) mengalokasikan anggaran sebesar 1,4 miliar untuk membangun 22 shelter yang tersebar di beberapa desa dan kelurahan. Pembangunan infrastruktur penunjang operasional bus tersebut akan segera dilaksanakan dan tinggal menunggu action dari pihak ketiga yang memenangkan lelang proyek tersebut.
Kepala Dishub, Nasli Paputungan, mengatakan waktu pengerjaan shelter tersebut selama enam bulan. Pihaknya katanya akan berkoordinasi dengan pihak ketiga pelaksana proyek terkait pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Dalam waktu dekat dimulai pekerjaannya. Kita tinggal menunggu pihak ketiga, kemungkinan awal Mei sudah mulai,” kata Kepala Dishub, Nasli Paputungan.
Ia mengungkapkan, shelter yang akan dibangun terdiri dari dua koridor, koridor pertama melewati lima kelurahan yakni, Kelurahan Mongkonai Barat, Mongkonai Induk, Mongondow, Matali dan Kelurahan Pobundayan. Sedangkan koridor kedua melintasi Kelurahan Mongondow, Mogolaing, Kotamobagu, Kotobangon (jalur dua) dan Kelurahan Matali.
“Kita rencanakan bangun tiga koridor, tapi untuk sekarang ini dua koridor dulu. Sudah ada lima bus yang siap beroperasi dan tinggal menunggu selter tersebut,” ungkapnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Meski belum ada pengumuman resmi soal hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), namun hampir dipastikan 29 siswa dan siswi SMP sederajat yang tak lulus ujian nasional tahun ini. Pasalnya, ke-29 siswa tersebut tak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sejak hari pertama hingga hari terakhir pelaksanaannya.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala, 29 peserta yang tidak ikut UNBK tersebut rata-rata tak ikut ujian semester dan sudah tidak aktiv lagi mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. “Mereka tidak ikut ujian semester sampai ujian nasional ini, tapi nama mereka sudah masuk dalam daftar peserta ujian,” katanya.
Ia mengakui, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar semua peserta tersebut bisa ikut UNBK. Salah satu yang dilakukan adalah mendatangi rumah masing-masing peserta agar mengikuti pelaksanaan ujian nasional.
“Pihak sekolah sudah mendatangi rumah mereka, kemudian mengkomunikasikan dengan orang tua masing-masing, tapi mungkin siswa yang bersangkutan sudah tidak ada keinginan lagi ikut ujian,” sebutnya.
Ia mengungkapkan, secara keseluruhan siswa yang aktiv mengikuti proses belajar mengajar semuanya mengikuti UNBK sejak hari pertama hingga hari terakhir pelaksanaan ujian. “Tidak ada yang ikut ujian susulan. Dan alhamdulillah UNBK tahun ini berjalan lancar,” ungkapnya.
Ditambahkannya, setelah mengikuti ujian, para siswa-siswi tinggal menunggu pengumuman hasil. “Pengumumannya sekitar akhir Bulan Mei. Kita harap agar semua bisa mendapat hasil memuaskan dan setiap siswa dan siswi bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya.
Diketahui, dari semua sekolah SMP dan MTs di Kota Kotamobagu, hanya tiga diantaranya yang melaksanakan UNBK secara mandiri, yakni SMP Negeri 1 Kotamobagu, SMP Kristen dan SMP Katolik. Sedangkan sekolah lainnya mengikuti ujian di beberapa SMK yang memiliki fasilitas komputer yang memadai. (ads/gito)
Salah satu kelompok peserta lomba festival kuliner.
ZONA KOTAMOBAGU –Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar festival khas Kotamobagu, Sabtu (28/4), di Lapangan Mogolaing. Kegiatan yang diikuti desa dan kelurahan itu merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Kota Kotamobagu pada 23 Mei mendatang.
Kepala Disparbud, Agung Adati, mengungkapkan festival kuliner tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mempromosikan kuliner khas Kotamobagu kepada masyarakat luas. “Melalui kegiatan ini kita harap kuliner khas Kotamobagu bisa dikenal luas masyarakat,” katanya.
Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, mengungkapkan festival kuliner tersebut menjadi wadah promosi untuk memperkenalkan makanan khas yang sasarannya adalah meningkatkan jumlah wisatawan berkunjung ke Kota Kotamobagu. “Kegiatan ini sangat baik, karena melalui kegiatan ini kita memperkenalkan bahwa Kota Kotamobagu memiliki kuliner khas,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut pengembangan wisata kuliner di Kota Kotamobagu bisa sejalan dengan meningkatkan investasi. “Event ini akan memperkuat daya saing pariwisata utamanya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah ini,” harapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta ikut dimeriahkan artis ibukota, Gio Idol. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima dan mencerna kebenaran berita yang berseliweran di masyarakat. Pasalnya, saat ini banyak berita hoax atau tidak benar yang sengaja ditulis oknum tertentu yang mengaku wartawan kemudian di sebar ke masyarakat.
“Masyarakat harus jeli melihat setiap berita yang disebar. Tidak semua benar, jadi harus di cek dulu kebenarannya,” katanya, disela kegiatan festival kuliner, di Lapangan Mogolaing, Sabtu (28/4).
Ia mencotohkan, pemberitaan soal penggantian Lurah Gogagoman oleh salah satu media online beberapa hari lalu adalah berita hoax. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) tak pernah melakukan penggantian lurah atau pejabat lainnya. “Siapa bilang ada penggantian lurah. Itu tidak benar, itu berita hoax,” sebutnya.
Ia mengungkapkan, dirinya tak pernah menandatangani SK mutasi Lurah Gogagoman. Bahkan ia mengakui, kinerja lurah yang bersangkutan sangat. “Malah bukan diganti, justru kalau ASN yang kinerjanya baik seperti Pak Vanny bukan diganti tapi dipromosikan jadi camat atau kepala bagian,” ungkapnya.
Disisi lain, ia meminta semua wartawan khususnya yang bertugas meliput di Kota Kotamobagu untuk dapat memberitakan sesuatu dengan benar dan sesuai fakta. “Tolong ya teman-teman wartawan beritakan dengan benar. Jadi saya katakan sekali lagi bahwa berita yang dipublish salah satu media online itu tidak benar.Itu berita bohong. Berita hoax,” tambahnya.
Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae. Menurutnya, dalam berita tersebut tidak ada pernyataan dari Pemkot. “Tidak ada sumber dari Pemkot, kalau itu benar pasti ada statemen dari pihak terkait, termasuk BKPP,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berita yang telah tersebar lewat media sosial itu adalah hoax dan bisa menimbulkan keresahan. “Memberitakan sesuai yang tidak benar bisa mengganggu ketentraman di masyarakat,” ungkapnya.
Lurah Gogagoman, Vanny Pudul, juga membantah pemberitaan soal penggantian dirinya oleh salah satu media online itu. Bahkan ia mengaku kaget ketika mengetahui ada pemberitaan seperti itu yang dengan cepat tersebar melalui media sosial. “Itu tidak benar. Saya masih menjabat dan bebekrja seperti biasa sebagai lurah,” sebutnya. (ads/gito)
Kawan Kota-Dinas Kominfo berhasil menjadi runner up tarik tambang putra.
ZONA KOTAMOBAGU – Komunitas Wartawan Kotamobagu (Kawan Kota) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) berhasil menyegel peringkat II lomba tarik tambang putra yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) pada kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) pekan lalu. Atas pencapaian itu, tim asuhan Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, berhak atas hadiah berupa uang tunai dan piala dari panitia.
“Alhamdulillah kita bisa memberi prestasi pada rangkaian kegiatan yang diperlombakan pada BBGRM tahun ini. Ini persembahan perdana kami (Kawan Kota) kepada Dinas Kominfo di tahun ini. Sebelumnya, saat urusan media masih berada di Bagian Humas, kami juga mempersembahkan juara IV Futsal se-Sulut,” kata Dadang Djabu, salah satu wartawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Ahmad Yani Umar, mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kawan Kota yang sudah ikut ambil bagian dan turut memeriahkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan Pemkot.
“Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang sudah ikut memeriahkan kegiatan yang dilaksanakan pemerintah. Mudah-mudahan kerja sama yang baik antara para wartawan dan pemerintah kota terus berjalan baik,” ujarnya.
Selain tarik tambang putra, Kawan Kota juga ikut ambil bagian pada lomba olahraga tradisional putra seperti langkadan, pisikan dan hadang. (ads/gito)
Tim Kawan Kota-Dinas Kominfo saat tampil di final tarik tambang.
ZONA KOTAMOBAGU — Babak final tarik tambang putra mempertemukan Kawan Kota-Dinas Kominfo melawan Dinas Satpol dan Damkar. Di partai puncak yang berlangsung Sabtu (28/4), Kawan Kota-Dinas Kominfo terpaksa harus menyerah atas Dinas Satpol PP dan Damkar yang berstatus sebagai juara bertahan.
Jalannya laga, Kawan Kota-Dinas Kominfo yang tampil tidak dengan kekuatan penuh masih bisa menyulitkan lawannya di set pertama laga. Tarik-menarik dan saling adu kuat antara kedua tim mewarnai sepanjang laga, meski pada akhirnya Kawan Kota-Dinas Kominfo harus menyerah dari para pasukan penegak perda itu.
Di set kedua, anak-anak Dinas Satpol PP yang merasa berada di atas angin dan meyakini bisa meraih kemenangan dengan mudah, justru mendapat perlawan sengit dari Kawan Kota-Dinas Kominfo yang terus berusaha menyamakan skor.
Meski tampil dominan seperti di set pertama, namun dengan terpaksa tim gabungan wartawan Kotamobagu dan ASN Dinas Kominfo yang tanpa persiapan apapun harus mengakui ketangguhan Dinas Satpol PP & Damkar yang diunggulkan sejak awal lomba.
“Meskipun kalah tapi kita bisa memberi perlawanan kepada mereka yang diketahui bersama sebagai tim juara bertahan. Kami tak pasang target di lomba ini, tapi bisa sampai ke babak final itu adalah hasil yang sangat maksimal,” kata David Wulur, dibenarkan wartawan lainnya. (trz)