Panen Raya, Harga Cengkih di BMR Turun

0
407
Panen Raya, Harga Cengkih di BMR Turun BMR Ekonomi
Tampak toko milik Ko’Geng di Kelurahan Kotabangon, Kotamobagu

ZONA EKONOMI – Musim ini, hasil panen cengkih di sejumlah wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) lebih menggembirakan ketimbangan penen musim sebelumnya. Meski begitu, sejumlah petani cengkih mengaku harga komoditas unggulan Sulawesi Utara tersebut malah tak stabil dan cenderung turun.

“Buah cengkih kali ini cukup lebat, tapi harganya turun,” kata Hasman salah satu petani cengkih di Desa Baii, Kecamatan Nuangan, Boltim, kamis (06/8).

Ia mengaku, petani di desanya sejak pertengahan Juli tahun 2015 sudah mulai panen. Namun, ketika panen berlangsung, harga cengkih di pasaran mulai tidak stabil  justru turun dan sekarang ini berkisar Rp90 ribu/kg. Padahal, sebelumnya harga cengkih sempat mencapai Rp140 ribu/kg-nya.

“Kemungkin besar turunnya harga di tingkat petani diduga kuat karena ulah para pedagang yang hendak mendapat keuntungan besar,” ungkap Hasman

Hal senada disampaikan Arman, petani asal Desa Moyag, Kota Kotamobagu. Kata dia, Saat ini petani cengkih panen raya namun harga tak berbanding degan volume panennya. “Cengkih merupakan komoditas primadona di desa itu selain kelapa dan padi.  Ia berharap harga cengkih yang beberapa pekan ini turun, bisa kembali membaik,” ungkap Arman.

Sementara itu, Ko’ Geng, salah satu pemilik toko pembeli cengkih di Kotamobagu mengaku, kalau masalah harga yang tidak stabil tergantung dari perusahaan pembelinya.

“Kami sebagai pengusaha cengkih hanya mengikuti sesuai harga perusahaan. Tetapi kalau ada perubahan harga satu hari sebelumya kami akan memberitahukan kepada petani,” ujar Ko’ Geng pemilik Cv. Karya Tani saat ditemui zonabmr.com Kamis (06/8) sore tadi.

Saat ditanya dalam sehari berapa stok cengkih yang dibeli pihaknya, Ko’ Geng mengaku jumlahnya tidak menentu. “Cengkih yang masuk per hari berkisar 1 ton. Tetapi kadang kala bisa lebih dari itu,” bebernya.

Reporter: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here