Pedagang tak Boleh Jualan di Badan Jalan

Pedagang tak Boleh Jualan di Badan Jalan Kotamobagu
Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) semakin intens menertibkan pedagang di Pasar Serasi dan Pasar 23 Maret. Dalam dua pekan terakhir, Dinas Perdangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop) bersama Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) setiap harinya turun menertibkan pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya.

Sekretaris Dinas Disdagkop dan UKM, Edo Mopobela, mengatakan pengawasan aktivitas jual-beli di Pasar Serasi dan Pasar 23 Maret terus dilakukan. Hal itu dilakukan agar dua pasar yang berada di pusat kota menjadi tertib dan jauh dari kata semrawut. “Kemarin (Jumat) Pak Wawali (Nayodo Koerniawan) turun dan melihat secara keseluruhan kondisi pasar,” katanya.

Ia mengungkapkan, setelah turun meninjau aktivitas pasar wakil walikota menginstruksikan agar pasar tersebut harus ditata lagi. “Beliau minta agar pedagang yang berjualan di luar termasuk di pinggir jalan untuk diarahkan ke dalam pasar agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas. Dan ini langsung kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Kepala Disdagkop dan UKM, Herman Aray, menegaskan pedagang tidak diperbolehkan berjualan di pinggir jalan mauapun trotoar. Katanya, di dalam pasar telah disediakan tempat berjualan yang khususukan untuk para pedagang. “Kita akan awasi terus, dan setiap hari akan ditertibkan jika masih ada yang melanggar. Ini menjadi perhatian kita,” tegasnya.

Ia mengakui, ada sejumlah pedagang yang menjadikan badan jalan serta trotoar sebagai tempat berjualan. “Rata-rata pedagang barito yang jualan di depan. Padahal di dalam sudah ada tempat yang disediakan. Kita harap ada kerja sama dari semua pedagang,” tambahnya. (ads/trz)

Leave a Response