Peluang Koalisi PDIP Hanura Mencuat

0
406

Peluang Koalisi PDIP Hanura Mencuat Politik

ZONA POLITIK – Jakarta, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Hanura membuka peluang koalisi menghadapi Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Hingga kini, kedua partai politik (parpol) itu masih intens melakukan komunikasi politik.

Sinyal koalisi antara PDIP dan Partai Hanura tampak dalam acara pengukuhan Guru Besar Bidang Filsafat Intelijen AM Hendropriyono dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara Cendekia Saswita di Balai Sudirman Jakarta kemarin. Acara tersebut mempertemukan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto. Keduanya duduk satu meja yang terletak di barisan paling depan.

Acara itu dihadiri juga beberapa elite PDIP, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung, dan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno. Megawati yang saat hadir di acara tersebut didampingi capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) hanya melemparkan senyum saat ditanya wartawan mengenai isu koalisi dan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Jokowi. Sementara Wiranto mengaku masih melakukan komunikasi politik termasuk dengan PDIP.

Ditemui usai acara pengukuhan, Wiranto mengatakan, hingga saat ini Partai Hanura belum membuat kesepakatan untuk berkoalisi termasuk dengan PDIP. Untuk berkoalisi, kata dia, partainya masih dalam tahap melakukan lobi politik sambil melihat perkembangan dan dinamika politik. “Belum selesai. Kan lobi-lobi politik dulu. Lihat perkembangan politik ke mana arahnya,” terang Wiranto saat ditanya wartawan mengenai peluang koalisi PDIP dan Partai Hanura.

Meski begitu, dia memastikan Hanura akan ikut ambil bagian dalam pemerintahan ke depan. Langkah tersebut diambil untuk kepentingan perubahan di negeri ini. Sebelumnya Hanura sudah mengambil posisi berada di luar koalisi partai pendukung pemerintah atau oposisi. “Sekarang kita sudah mengubah paradigma itu. Hanura  akan bergabung dalam pemerintahan nanti,” tegasnya.

Wiranto menjelaskan, peserta Rapimnas Hanura sepenuhnya telah memberikan mandat kepada dirinya selaku ketua umum partai untuk melanjutkan komunikasi politik serta mengambil keputusan berkoalisi. Hanura dikatakan akan menjalin koalisi dengan parpol yang memiliki visi dan misi yang sama. “Saya masih akan menunggu juga karena perkembangan ini tidak bisa diramalkan,” imbuhnya.

Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengaku mendapat tugas dari Ketua Umum DPP Megawati Soekarnoputri untuk melakukan komunikasi politik dengan Wiranto. Saat ini komunikasi dua arah masih terus dilakukan. “Saya sudah ditugaskan oleh Ibu Megawati untuk berbincang panjang lebar dengan Pak Wiranto,” ungkap Tjahjo yang juga hadir dalam acara pengukuhan Guru Besar Bidang Filsafat Intelijen AM Hendropriyono kemarin.

Menurut dia, Jokowi juga sudah pernah mengunjungi Wiranto untuk melakukan komunikasi dan penjajakan untuk koalisi di pilpres. Bahkan, kemarin PDIP dan Hanura diakui melakukan pertemuan sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. “Hari ini (kemarin) agenda pertemuan dengan fungsionaris DPP Hanura. Ini menindaklajuti pertemuan Jokowi, saya dan Pak Wiranto,” katanya.

Lebih lanjut, Tjahjo menjelaskan, bukan hanya Megawati yang telah menugaskan dirinya berkomunikasi dengan Hanura. Di pihak Hanura, Wiranto juga menugaskan pengurus DPP Partai Hanura untuk berkomunikasi dengan dirinya. “Kita sudah sering ketemu,” tandasnya.

Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait menyebut PDIP dan Hanura memiliki kesamaan sikap politik di DPR, baik menyangkut kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kasus Bank Century, dan hak angket mafia pajak. Kendati begitu, belum ada kesepakatan untuk berkoalisi. “Sikap oposisi politik itu sudah sangat baik. Yang kita tahu hubungan kita baik, termasuk semua partai,” kata Maruarar.

Sementara itu, Waksekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga berharap Partai Hanura bisa bergandengan dengan PDIP untuk mengusung Jokowi sebagai capres. “Kita sangat membuka diri bagi saudara-saudara kita partai lain yang ingin bersama-sama mendukung dan mengusung Pak Jokowi menjadi capres bersama untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia,” katanya.

Menurut dia, dari komunikasi yang terjalin, dua partai ini memiliki banyak kesamaan visi-misi dan dan platform. Namun, anggota Komisi V DPR itu tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Partai Hanura untuk mengambil keputusan. Yang jelas, sambung Eriko, PDIP secara terbuka sudah menyampaikan bila koalisi ingin terwujud, tentunya bukanlah koalisi yang sifatnya transaksional.

“Maka kita menginginkan kerja sama yang mengutamakan kepentingan rakyat dari pada kepentingan kita, atau partai sendiri,” tuturnya. Eriko menuturkan, ujung komunikasi yang terjalin ini tentunya akan diputuskan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi pemilu legislatif.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here