Pembeli Meningkat, Pedagang Kambing Untung Besar

0
203
Pembeli Meningkat, Pedagang Kambing Untung Besar Kotamobagu
Salah satu tempat penjualan hewan kurban.

ZONA KOTAMOBAGU – Momen perayaan Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan para pedagang kambing untuk mengais rejeki. Tak hanya pedagang dari Kota Kotamobagu, tapi ada juga yang berasal dari daerah lain, seperti Gorontalo. Pantauan koran ini, lahan kosong di pinggiran jalan yang ada di beberapa titik dimanfaatkan pedagang untuk mendirikan tenda penjualan.

“Kalau saya sering jualan kambing, bukan hanya jelang Idul Adha saja,” kata Ridwan Lihawa (42), warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, kemarin.

Ia mengakui, menjelang Hari Raya Idul Adha telah banyak pelanggan yang memesan kambing kepadanya. “Sudah ada pelanggan saya. Setiap tahun mereka membeli kambing di sini. Harga perekor ada yang dua juta, tapi ada juga yang lima juta. Tergantung ukuran dan jenisnya. Kambing-kambing ini dibawa dari Gorontalo dan Sulawesi Tengah,” sebutnya.

Ditambahkannya, daya beli masyarakat mulai meningkat seiring makin dekatnya Hari Raya Idul Adha. “Ada yang sudah pesan lebih dulu dan langsung dibawa pulang, tapi ada juga yang masih dititipkan di sini dan nanti hari raya baru diambil,” tambahnya.

Pedagang lainnya, Nurdin (48), mengaku dirinya sengaja datang dari Gorontalo hanya untuk berjualan Kambing di Kota Kotamobagu. “Ada kerabat di sini sehingga saya jauh-jauh dari Gorontalo ke Kotamobagu untuk jualan kambing. Dua minggu lalu memang masih agak sepi pembeli, tapi beberapa hari terakhir ini sudah ada yang datang membeli, dan banyak juga yang baru sekadar menanyakan harga,” sebutnya.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Manaf Pudul, mengungkapkan pihaknya terus memantau aktivitas jual-beli hewan kurban di semua tempat penjualan di Kota Kotamobagu. “Kemarin kita sudah turun mengechek ketersediaan hewan kurban, dan jumlah yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya juga akan segera memeriksa kesehatan hewan kurban dengan melibatkan dokter hewan. “Kita akan data dulu jumlah hewa kurban di tiap desa dan kelurahan. Setelah itu kita turun periksa kesehatan. Kemudian bagi masyarakat yang ingin hewannya diperiksa kesehatan, akan kita layani karena itu bagian dari tugas dan kewajiban kami,” ujarnya. (ads/gito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here