Kasus Pembunuhan di Desa Dodap

0
724
Kasus Pembunuhan di Desa Dodap Hukum
Ilustrasi

ZONA HUKRIM – Terdakwa kasus pembunuhan di Desa Dodap, Kecamatan Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yakni Dekni Pato, kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Kotamobagu (Kamis (06/3) dengan agenda mendengar keterangan tiga orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ketiga saksi, yang merupakan warga Desa Dodap, bergantian memberikan keterangan dalam persidangan. Albert, saksi pertama, menceritakan kepada Majelis Hakim bahwa sore sekira jam 15.00 Wita dirinya sedang minum Cap Tikus (minuman keras.red) di rumahnya bersama dengan korban. Saat itu terdakwa lewat dan korban memanggil terdakwa, kemudian mereka duduk bersama minum minuman keras. Tak berselang lama terjadi adu mulut antara korban dan terdakwa. Saksi mengakui sempat melerai dan kemudian korban pulang ke rumahnya.

Tiba-tiba Albert mendengar suara berulang-ulang menyebutkan “mati ngana” (mati kamu.red) dari luar rumahnya. “ Dapa dengar, mati ngana, mati ngana. Kita dengar itu, kita kaluar lia apa yang terjadi,” kata Albert, seraya menjelaskan setibanya diluar rumah, dia melihat korban sudah terkapar di jalan berlumuran darah. Begitupun diungkapkan Herman, saksi kedua, bahwa dirinya mendengar suara seruan itu, namun kondisi saat itu gelap.

Sekretaris Desa (sekdes) Dodap, ikut dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan. Sekdes dalam kesaksiannya menceritakan, dia melihat korban saat itu sudah meninggal, lalu dirinya melaporkan kejadian itu ke polisi. “Saat di rumah sakit, saya melihat ada sembilan luka tusukan di tubuh korban,” kata Sekdes.

Sidang kemudian ditutup Majelis Hakim dengan mengagendakan sidang lanjutan Kamis (13/3) pekan depan.(zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here