Pemdes Bilalang II Cari Terobosan Kembangkan Potensi Kemiri

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi kemiri di Desa Bilalang II sangat menjanjikan. Tak sedikit warga setempat yang mengandalkan hasil penjualan kemiri sebagai salah satu sumber pendapatan.

Untuk menunjang produktifitas dan meningkatkan kualitas hasil olahannya, saat ini pemerintah desa setempat sedang mencari formula baru agar kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi.

“Kami sementara mencari solusi bagaimana mengolah kemiri jadi produk siap pakai. Sekarang ini sampai sekarang masih digunakan sebagai bumbu dapur,” kata Sekretaris Desa (Sekdes), Djafar Mokoagow, Kamis (8/3).

Ia mengungkapkan, lahan perkebunan kemiri di Desa Bilalang Bersatu tergolong besar. Rata-rata pohon kemiri itu katanya ditanam sejak puluhan tahun yang lalu.

“Bisa dikatakan kalau Desa Bilalang sebagai penghasil kemiri terbesar di Bolmong Raya. Kalau pengolahannya sudah baik, maka kemiri ini bukan hanya jadi bumbu masakan saja, tapi juga bisa untuk kebutuhan lainnya,” ungkapnya. (ads/gito)

You might also like

Jadi Tempat Selfie, Pemkot Bakal Bongkar Menara di Ilongkow

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Perhubungan Kebudayaan Pariwisata Komunikasi dan Informasi (Dishubudparkominfo) bakal membongkaran paksa menara telekomunikasi salah satu provider yang berlokasi di Bukit Ilongkow, Kelurahan Kotobangon,

Jelang Ramadan, Komisi II Minta Pemerintah Lakukan Operasi Pasar

ZONA KOTAMOBAGU – Jelang datangnya bulan Ramadan, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu meminta agar pemerintah melalui dinas terkait turun lapangan dan lakukan operasi pasar untuk mengontrol

Kotamobagu Raih Berbagai Prestasi, Wali Kota: Ini Kebanggaan dan Milik Masyarakat

ZONA KOTAMOBAGU – Dalam beberapa pekan terakhir, Masyarakat Kota Kotamobagu meraih berbagai prestasi, baik di tingkat Provinsi Sulawesi Utara maupun tingkat Nasional. Beberapa prestasi yang berhasil diraih tersebut di antaranya,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply