Pemkab Bolmong Didemo Ratusan Warga Soal Aktivitas Perusahaan Sawit

0
245
Pemkab Bolmong Didemo Ratusan Warga Soal Aktivitas Perusahaan Sawit Bolmong Headline
Bupati Salihi Mokodongan saat berbicara dengan para pendemo

ZONA BOLMONG – Ratusan warga Kecamatan Lolak dan Sangtombolang menggelar aksi demo di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), Senin (9/11). Dalam aksinya, para pendemo menyuarakan penolakan aktivitas PT. Karunia Kasih Indah (KKI) anak perusahaan Izisen Grup selaku perusahaan pengembang kelapa sawit.

Perusahaan tersebut beroperasi masing-masing di lokasi yang pernah dikuasai PT Mongondow Indah selaku pemegang hak guna usaha (HGU) di Kecamatan Lolak, dan lokasi yang pernah dikuasai PT Wahana Klabat Sakti selaku pemegang HGU di Kecamatan Sangtombolang.

Perwakilan warga Lolak, Yonis Kalinggang mengatakan, kehadiran perusahaan bekas HGU PT Mongondow Indah sangat meresahkan warga. Sebab, sejumlah lahan yang siap ditanami warga kini sudah dikuasai perusahaan. Bahkan, tanaman warga ikut ditebang padahal perusahaan belum mengantongi izin operasi.

“Sebelum terjadi kekacauan dengan warga, kami minta Pemkab segera menghentikan aktivitas perusahaan tersebut,” kata Yonis.

Selanjutnya,  Rahmat Algasu perwakilan warga Sangtombolang mendesak lintas instansi Pemkab agar turun langsung melihat aktivitas perusahaan PT. KKI di bekas HGU PT. Wahana Klabat Sakti. Sebab, telah terjadi perubahan status lahan dari lahan pertanian menjadi lahan perkebunan sebelum ada rekomendasi dan izin tataruang.

Menurutnya, pada 2006 silam, DPR Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah mengeluarkan rekomendasi kepada gubernur untuk tidak lagi memperpanjang izin HGU kepada PT Wahana Klabat Sakti, yang berakhir pada 2008 agar lahan tersebut bisa dikelola warga secara keseluruhan. Namun pada 2014 terjadi serah terima penguasaan HGU lewat akta notaris antara PT. Wahana Klabat Sakti dan KKI. “Ada banyak pelanggaran atas aktivitas perusahaan sawit,” ujar Rahmat.

Bupati Salihi Mokodongan, yang menerima langsung para pendemo mengatakan Pemkab akan menindaklanjuti dengan menurunkan tim. Kata bupati, sebelum ada kejelasan lahan tersebut, ia meminta perusahaan dan warga agar jangan dulu melakukan aktivitas. “Lahan itu saya nyatakan status quo,” tegas Salihi.

Sudibyo Lasabuda, selaku humas perusahaan sawit mengatakan, dasar perusahaan masuk dan mulai membersihkan ratusan hekatre (Ha) lahan tersebut karena sudah ada jual beli dari pemegang HGU dan perusahaan sawit pada 2015 ini,

“Kami sudah ke Badan Perencanaan Pembangunan Penanaman Modal dan Statistik (BP3MS) untuk penyesuaian rencana tataruang dan wilayah (RTRW) dan rekomendasi BP3MS bahwa lahan itu sesuai peruntukan. Makanya kami langsung melakukan pembersihan. Dan tidak ada larangan bagi warga untuk beraktivitas di lahan itu,” jelas Sudibyo.

Reporter: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here