Pemkot dan BP2MI Bahas Kerjasama Pelindungan PMI

0
50
Pemkot dan BP2MI Bahas Kerjasama Pelindungan PMI Kotamobagu
Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag saat melakukan kunjungan silaturahmi kepada Wakil Wali Kota Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Manado, Hendra Makalalag melakukan kunjungan kerja serta silaturahmi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Kunjungan silaturahmi Kepala UPT B2MI Manado itu diterima Wakil Wali Kota Kota Kotamobagu, Nayodo Kurniawan, di rumah dinasnya, Sabtu (18/9).

Dalam pertemuan ini, Hendra menyampaikan amanat UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan juga mengenai beberapa peluang kerja ke luar negeri yang dapat dimanfaatkan oleh putra Kotamobagu.

“Saat ini ada beberapa Negara di Asia yang sedang banyak membutuhkan pekerja dari Indonesia. Salah satunya adalah Jepang yang kini sedang mengalami kekurangan tenaga kerja karena populasi yang menua. Jepang membuka peluang di 14 sektor pekerjaan antara lain sektor keperawatan, pertanian, industri pelayanan makanan dan minuman dan industri manufaktur makanan dan minuman,” jelas Hendra.

“Selain itu, sebentar lagi para pemuda Kotamobagu lulusan bidang kesehatan dapat bekerja di Jerman sebagai tenaga kesehatan, karena BP2MI telah menandatangani persetujuan dengan Bundesagentur fur Arbeit (BA) Jerman dalam hal penempatan dan pelindungan tenaga kesehatan Indonesia melalui program penempatan pemerintah atau G to G. Rencananya pendaftaran program penempatan ini akan dibuka di awal bulan Oktober nanti,” kata Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa untuk menempati jabatan-jabatan yang dibuka, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit khususnya dalam hal pelatihan bahasa dan skill. “Untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri tentu saja membutuhkan kemampuan bahasa dan skill bidang yang dilamar. Nah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 khususnya pasal 41, pendidikan dan pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Untuk itulah kami melakukan kunjungan ini karena selain menyampaikan mengenai peluang kerja ke luar negeri juga sebagai bentuk sosialisasi kami kepada pemerintah daerah agar melaksanakan apa yang diamanatkan oleh Undang-Undang,” terang Hendra.

Wakil Wali Kota menyambut baik dan antusias akan kunjungan ini dan menyampaikan bahwa bekerja ke luar negeri sebagai pekerja migran merupakan salah satu solusi efektif dalam menangani masalah pengangguran.

“Saat ini tingkat pengangguran akibat hantaman Covid memang cukup tinggi. Untuk itulah saya menyambut baik kunjungan dari UPT BP2MI Manado, karena peluang kerja yang disampaikan oleh pak Kepala dapat membantu pemerintah daerah untuk mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga Kota Kotamobagu,” ungkap Nayodo.

Nayodo juga menyampaikan, bahwa pemerintah daerah akan mendukung BP2MI dalam hal penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Untuk itu sebagai bentuk komitmen dari Pemkot Kota Kotamobagu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan kerjasama dengan BP2MI dalam hal penempatan dan pelindungan PMI.

Adapun terkait biaya pendidikan dan pelatihan CPMI yang telah disampaikan oleh kepala UPT BP2MI Manado juga akan ditindaklanjuti oleh pihak Pemkot. “Anggaran pembiayaan pendidikan dan pelatihan kemungkinan akan kami masukkan dalam APBD,” ujar Nayodo. (*/guf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here