Pemkot Kotamobagu Disebut Paling Aktiv Kembangkan IT

0
264
Pemkot Kotamobagu Disebut Paling Aktiv Kembangkan IT Kotamobagu
Kadis Kominfo, Ahmad Yani Umar, saat memberi materi pada seminar dan dialog kota cerdas.

ZONA KOTAMOBAGU – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ahmad Yani Umar, menjadi salah satu narasumber pada seminar dan dialog kota cerdas yang dilaksanakan PT Nusantara Compnet Integrator, di Hotel Novotel, Manado, mulai Selasa (17/4).

Ia mengungkapkan penerapan e-Government bagi setiap daerah bertujuan untuk mentransformasikan sistem pemerintah yang terlalu birokratis dan tradisional menuju ke arah digitalisasi.

“Hal ini tidak main-main lagi. Pemerintah sesuai dengan aturan dan regulasi diharuskan untuk mentransformasikan sistem pelayanan pemerintahan dan sistem pelayanan publik bagi setiap kabupaten dan kota. Agar nantinya pelayanan yang tadinya terlalu birokratis dirubah menjadi lebih mudah, cepat, tepat dan akuntabel,” katanya, usai kegiatan.

Lanjutnya, penerapan sistem tersebut harus ditunjang dengan infrastruktur serta tenaga ahli yang memadai serta adanya penguatan regulasi. Di Kota Kotamobagu, katanya sesuai Peraturan Walikota (Perwako) nomor 37 Tahun 2017, bahwa pengembangan e-Government saat ini sudah mumpuni.

“Infrastruktur IT di Kota Kotamobagu saat ini sudah mumpuni walaupun masih dalam proses pengembangan. Hal ini mendapat pengakuan dari Grand Forensic Examiner Polri yang juga salah satu narasumber,” ujarnya.

Grand Forensic Examiner Polri, AKBP Muhammad Nuh AL Azhar, mengakui Pemkot merupakan salah satu pemerintah daerah di Indonesia yang giat dan aktiv membuda bidang Informasi dan Teknologi (IT). “Setahu saya Pemda yang giat dan aktiv membina IT itu tidak banyak di Indonesia. Dari jumlah yang sedikit itu salah satunya adalah Kota Kotamobagu, makanya saya bilang bagus. Sekarang sudah jamannya digital, harusnya Pemda yang lain juga ikut seperti Pemerintah Kota Kotamobagu,” sebutnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Tim Jakarta Smart City, Dinas Kominfo Kabupaten Banyuasin dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), serta Badan Perencanaan Pembangunan dan Dinas Kominfo se-Sulwesi Utara. (ads/gito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here