Pemuda Milangodaa Bebas dari Ancaman Penjara 11 Tahun

0
101

Pemuda Milangodaa Bebas dari Ancaman Penjara 11 Tahun Hukum

ZONA HUKRIM – Yuslan Isa, pemuda 27 tahun asal Desa Milangodaa Barat, Kabupaten Bolsel akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya, setelah dirinya menjalani rentetan proses persidangan karena didakwa melakukan kasus pencabulan pada medio Oktober 2019 lalu, akhirnya dinyatakan tidak bersalah dan divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kotamobagu, Rabu (29/7) siang kemarin.

Majelis Hakim yang diketuai Raja Bonar W. Siregar, S.H., M.H., beranggotakan Sulharman, S.H., M.H., dan Jovita Agustien S, S.H., menyatakan membebaskan terdakwa dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum. “Memulihkan hak terdakwa dalam hal kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya,” kata Ketua Majelis Hakim.

Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum menyatakan dalam persidangan masih pikir-pikir. Sedangkan terdakwa melalui Penasihat Hukumnya Zulkifli Linggotu, S.H., mengaku menerima putusan tersebut.

“Iya, terdakwa diputus bebas, dan kami menerima putusan tersebut. Namun putusan ini belum bekekuatan hukum tetap, karena jaksa masih pikir-pikir apakah akan melakukan upaya hukum atau tidak,” kata Zulkilfli saat diwawancarai usai sidang yang digelar melalui teleconference di Rumah Tahanan Kelas II B Kotamobagu.

Saat ditanya bila jaksa melakukan upaya hukum apakah Advokat tetap mendampingi terdakwa, Zulkifli menerangkan bahwa dirinya akan tetap mengawal perkara tersebut hingga selesai, apalagi pendampingan bagi terdakwa dilakukan secara prodeo berdasarkan penunjukan dalam Surat Penetapan Nomor 155/Pid.Sus/2020/PN/Ktg yang diterbitkan Majelis Hakim pemeriksa perkara tersebut.

“Pendampingan yang saya lakukan selain merupakan perintah Pasal 56 ayat (2) KUHAP, juga merupakan tanggung jawab profesi Advokat yang wajib memberikan bantuan hukum cuma-cuma bagi pencari keadilan yang tak mampu sebagaimana diatur Pasal 22 ayat (1) UU No. 18/2003 tentang Advokat,” tegas Zulkifli, Advokat YLBH BMR yang juga Ketua Posbakum Pengadilan Negeri Kotamobagu.

Diketahui, sebelumnya terdakwa dalam persidangan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum dengan pidana penjara selama 11 tahun karena dianggap terbukti melakukan perbuatan pidana berdasarkan dakwaan tunggal pasal 82 ayat (1) UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.(Ldy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here