Pemuda Mongkonai Ini Cecapi UKM Minyak Kelapa

0
322

Pemuda Mongkonai Ini Cecapi UKM Minyak Kelapa Ekonomi  ZONA EKONOMI – Minyak goreng sudah menjadi kebutuhan rumah tangga untuk memasak. Itu sebabnya, permintaan minyak goreng akan selalu ada. Rivai Korompot, adalah salah satu pemuda di Kelurahan Mongkonai, Kotamobagu yang mencoba ikut mencecap gurihnya bisnis ini dengan menjalankan UKM pengolahan dan distribusi minyak goreng dengan brand Minyak Kelapa Kami.

Rivai menjalankan usaha itu sejak Maret 2016. Dia menjalankan usaha bersama rekan-rekannya. “Iya saya dibantu 10 teman. Kami bersama mengolah minyak ini dan mendistribusikannya ke beberpa tempat,” kata Rivai saat diwawancarai zonabmr.com, Rabu (24/08).

Ditanya soal bahan baku, Rivai mengaku menggunakan kelapa yang dibeli dari petani setempat, “Kelapa kami beli dari petani setempat senilai Rp1500 sampai 2000 rupiah per biji,” ungkapnya.

Untuk sistem pengolahan minyak, kata Rivai, bisa disebut menggunakan cara semi tradisional. Sistim itu digunakan untuk menjaga ciri khas minyak kelapa asli. Ia menjelaskan, dalam pengolahan, mereka menggunakan beberapa mesin, seperti untuk parut kepala, begitu juga untuk peras menggunakan mesin.

“Namun dalam beberapa tahapan kami menggunakan cara tradisional untuk menjaga ciri khas minyak kelapa asli. Salah satunya proses santan yang didiamkan 1 malam. Kemudian saat dimasak menggunakan wadah gorengan dengan bahan bakar kayu,” ungkapnya.

Dirinya pun menjamin kehigienisan produk yang mereka hasilkan. Tak sampai di situ, Rivai juga mengaku produk Minyak Kelapa Kami memiliki keunggulan tersendiri. Selain harga terjangkau, juga asli dan tanpa bahan pengawet.

“Kami menggunakan kemasan botol ukuran 500 ml. Itu kami pasarkan dengan harga Rp15 ribu. Wilayah pemasaran sebagian besar di wilayah Kotamobagu,” urainya.

Rivai menambahkan, tak hanya minyak yang mereka jajakan, berdasarkan permintaan pelanggan mereka juga menjual blondo atau warga setempat biasa menyebutnya dengan tarepak, “Tarepak-nya juga kami jual. Harganya Rp3000/200gr,” tuturnya.

Disinggung soal penghasilan yang biasa ia peroleh, Rivai mengaku yang ia dapat tak menentu, “Kalau soal pendapatan, yah, tidak menentu. Tapi lumayan lah bisa beli mobil,” candanya.

Ke depannya, Rivai akan fokus untuk mengembangkan jaringan pemasaran se-BMR dan menargetkan bisa meningkatkan penjualan. Atas itu, dirinya pun berharap bantuan Pemerintah Kota Kotamobagu dalam hal pengembangan usahanya.

“Kalau ada yang berminat dengan Minyak Kelapa Kami atau Tarepak-nya, bisa datang langsung ke alamat Jalan Brawijaya, Kelurahan Mongkonai, Kotamobagu Barat, nomor telepon 082394911446,” pungkasnya.(amz/eldy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here