Perjuangkan WPR, Pemuda Tanoyan Bentuk Organisasi SAMAPTA

0
373
Perjuangkan WPR, Pemuda Tanoyan Bentuk Organisasi SAMAPTA Bolmong
Para pengurus organisasi SAMAPTA saat foto bersama

ZONA BOLMONG – Sejumlah tokoh pemuda Desa Tanoyan Utara dan Desa Tanoyan Selatan Kecamatan Lolayan, membentuk organisasi lokal bernama Sarjana Mahasiswa Pemuda Tanoyan (SAMAPTA).

Organisasi itu sengaja dibentuk sebagai fungsi kontrol terhadap kebijakan terkait kepentingan masyarakat dan masalah pertambangan, begitu dikatakan salah satu penggagas SAMAPTA, Abdul Nasir Ganggai.

Menrutnya, wilayah pertambangan di Desa Tanoyan Bersatu (Tanoyan Utara dan Tanoyan Selatan), masih terus menjadi incaran investor baik lokal maupun nasional. Bahkan kata Ganggai, 5 tahun terakhir tercatat sedikitnya 3 perusahaan tambang berskala besar masuk melakukan kegiatan eksplorasi. Yakni PT Ikan Mas Abadi, PT Arafura Mandiri Semangat (AMS) dan PT Gunung Damavan Persada.

“Mungkin kandungan material di desa kami masih sangat banyak sehingga menjadi incaran investor pertambangan. Namun apapun dalihnya, kami tetap akan menolak perusahaan tambang masuk ke desa kami,” kata Ganggai, kemarin.

Lanjut dikatakannya, organisasi yang mereka bentuk tersebut juga sebagai bagian yang mengakomodir perjuangan masyarakat dalam mempertahankan kedaulatan tanah pertambangan agar hanya dikelola oleh masyarakat. “Misalnya memperjuangkan adanya Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR),” ujar Ganggai.

Saat ini, SAMAPTA fokus menolak masuknya investor yang berbasis perusahaan apapun untuk melakukan kegiatan eksplorasi. Termasuk adanya 2 perusahaan yang bekerjasama dengan KUD Perintis yakni PT Gunung Damavan Persada dan ada satu perusahaan yang sedang dalam proses masuk melibatkan mantan pejabat dan pengusaha sukses.

“Itu akan kami tolak. SAMAPTA berpandangan bahwa baiknya hasil SDA pertambangan yang ada di desa kami, itu harus dikelola oleh masyarakat lokal Tanoyan Bersatu,”  jelas Ganggai

Reporter: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here