Petani Nenas Sambut Baik Kerja Sama Pemkot-BI

0
226
Petani Nenas Sambut Baik Kerja Sama Pemkot-BI Kotamobagu
KERJA SAMA: Walikota Tatong Bara bersama Kepala BI Perwakilan Sulut menandatangani MoU terkait pengembangan Nenas di Kotamobagu, beberapa waktu lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) menggandeng Bank Indonesia (BI) dalam mengembangkan potensi nenas di Kota Kotamobagu, disambut baik para petani. Selain akan berdampak pada peningkatan produktivitas, apa yang dilakukan Pemkot tersebut juga diyakini akan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat khususnya petani nenas.

“Kerja sama Pemkot dengan pihak BI ini menjadi semangat baru bagi kami petani nenas. Selama ini yang menjadi kendala kami adalah soal pemasaran buah nenas. Biasanya setelah panen, hanya di jual di pinggiran jalan atau di bawa ke pasar. Dengan adanya kerja sama ini, maka kita bisa dengan mudah memasarkan hasil panen,” Sumitro Limpaton, petani nenas asal Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Petani lainnya, Mustofa Paputungan, mengungkapkan iklim dan cuaca Kota Kotamobagu sangat cocok untuk pengembangan potensi nenas. “Kita bersyukur, karena potensi besar ini bisa dilihat oleh pemerintah dengan mengajak Bank Indonesia bekerja sama soal pengembangannya. Ini menjadi kabar baik bagi kami petani nenas di daerah ini,” ujarnya.

Ia berharap, perjanjian kerja sama antara Pemkot dan BI yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani walikota dan kepala BI Perwakilan Sulut beberapa pekan lalu, segera ditindaklanjuti.

“Kami sebagai petani hanya bisa berharap segera ada tindaklanjutnya. Pada intinya kami menyambut baik adanya kerja sama itu, dan menyampaikan terima kasih kepada ibu walikota yang begitu peduli dengan nasib para petani,” sebutnya.

Walikota Tatong Bara, mengungkapkan berbagai potensi unggulan daerah termasuk komoditas nenas, perlu dikembangkan. Selain program yang sedang dan akan dilaksanakan oleh dinas terkait, upaya melobi investor juga terus dilakukan.

“Jumlah produksinya besar, kemudian kualitasnya juga baik. Peluang ini kita tangkap dan mudah-mudahan bisa menjadi sesuatu yang baik bagi petani,” ungkap walikota.

Usai menandatangani MoU bersama walikota dua pekan lalu, Kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardjojo, mengakui nenas Kotamobagu memiliki rasa serta keunikan tersendiri. Hal itu menjadi alasan pihaknya tertarik mengembangkan salah satu potensi unggulan Kota Kotamobagu itu.

“Saya sudah rasa Nenas Lampung, Nenas Jawa. Kalau dibandingkan Nenas Kotamobagu lebih unggul. Rasanya manis dan tanaman ini cocok dikembangkan di daerah ini,” sebutnya.

Lanjutnya, Nenas Kotamobagu merupakan potensi perekonomian yang patut dikembangkan mulai dari proses produksi hingga pemasarannya. Oleh karena itu, pihaknya berencana memberi pelatihan kepada para petani soal tata cara tanam yang baik dan benar, dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas Nenas.

“Jika sudah sesuai standarnya, maka akan kita tingkatkan di segi lainnya. Tapi kalau belum, aspek produksinya akan lebih dulu diutamakan sebelum menuju ke bagian pengolahan. Setelah itu kita menuju ke pengolahan atau pasca panen,” ujarnya. (ads/gito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here