Pj Bupati Laporkan Landjar ke Panwaslu Boltim

0
259

https://youtu.be/HuaTZHboGcU

BMRTV, Boltim – Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Rudi Mokoginta, menyambangi kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Minggu (06/12) pukul 13.30 WITA. Kedatangan orang nomor 1 di Boltim tersebut guna melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan salah satu calon bupati wilayah setempat.

Menggunakan kendaraan dinas DB 1 N, Pj Bupati disambut tiga personel Panwaslu Boltim dan langsung mengisi buku tamu. Tak berselang lama sejumlah dokumen terpantau diajukan Pj Bupati kepada pihak Panwaslu.

Sekira 20 menit melakukan pelaporan dan menandatangani beberapa dokumen, Pj Bupati kemudian bersiap kembali ke kediamannya. Kepada zonabmr.com usai melapor, dirinya mengaku upaya itu dilakukan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

“Salah satu pasangan calon (Bupati) mengancam saya, akan mengacaukan Bolaang Mongondow Timur. Mau tidak mau, menjaga hal yang tak diinginkan, saya melapor,” kata Mokoginta.

Ketua Panwaslu Boltim, Ervina Damopolii mengatakan, laporan Pj Bupati sudah diterima pihaknya dan akan diproses, “Atas laporan dan bukti-bukti yang diajukan Pj Bupati, kami bertiga akan memroses. laporan sudah diterima, kemudian akan ada proses klarifikasi dan kesimpulan,” terangnya.

Diketahui, keresahan Pj Bupati tersebut mencuat setelah mendengarkan rekaman orasi calon Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sehan landjar, yang diberitakan dan beredar di jejaring sosial. (Baca: Warning Keberpihakan Pj Bupati dan Panwas, Eyang Ancam Kacaukan Boltim).

Sekadar diketahui, dalam pasal 187 ayat (2) jo pasal 69 huruf b, c, d, UU Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati & Walikota, telah diatur soal batasan dan larangan dalam melakukan kampanye.

Dalam UU dimaksud, terurai pada pasal 69 huruf b larangan menghina seseorang; Huruf c,  larangan melakukan kampanye berupa menghasut, memfitnah; Huruf d larangan soal ancaman kekerasan kepada perseorangan, kelompok masyarakat.

Pelanggaran pasal-pasal tersebut memberikan ancaman pidana penjara paling singkat 3 bulan dan paling lama 18 bulan, atau denda paling sedikit 600 ribu dan paling banyak 6 juta rupiah.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here