PLN Boltim Diduga Rekayasa Tagihan Listrik

0
535
PLN Boltim Diduga Rekayasa Tagihan Listrik Boltim
Struk pembayaran pemutusan listrik milik Makmur

ZONA BOLTIM – Seorang warga Desa Tombolikat Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Makmur Mokoagow (70) diduga menjadi korban dugaan rekayasa nota pembayaran rekening listrik dari PT PLN Cabang Kotamobagu Rayon Modayag. Pasalnya, meski tak pernah menunggak, pria paru baya itu mengaku dimintakan pembayaran biaya pemutusan hubungan listrik.

Makmur mengungkapkan, surat pemutusan hubungan listrik sementara PT PLN itu tercatat nilai tunggakan sebesar Rp68 Ribu, ditambah biaya administrasi Rp115 ribu. Biaya itu untuk tunggakan sejak Bulan Februari hingga April 2015. Sementara dirinya tidak pernah menunggak dan tepat waktu pembayarannya didukung bukti-bukti pembayaran rekening setiap bulannya.

“Saya saat ditagih petugas loket hanya langsung membayar saja dan saya tidak tahu kalau itu surat pemutusan. Saat dibilang ada biaya administrasinya, saya juga sempat kaget tapi saya langsung bayar karena tidak mau menunggak,” terang Makmur, Selasa (09/6).

Hal itu mendapat sorotan sejumlah kalangan, salah satunya Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKI) Boltim, Ismail Mokodompit. Menurutnya, kejadian tersebut dikategorikan modus baru dan bisa berindikasi hukum karena ada dugaan pemalsuan nama rekening.

“Bukan soal nominal uangnya tapi ini soal indikasi dugaan pemalsuan dokumen dan pungutan liar (Pungli) yang menjadi masalah utama. Bukti-buktinya lengkap dan juga ada surat pemutusan sementara dari PT PLN Rayon Modayag. Jadi kiranya harus ada pertanggungjawaban jelas dari kepala kantornya,” tegas Mokodompit.

Dikonfirmasi, Kepala PLN Rayon Modayag, Nyoman Gede Prawira, membenarkan diterbitkannya surat pemberitahuan pemutusan listrik sementara tersebut. Namun untuk petugas loket atau penagihan, menurutnya bukan dibawahi PT PLN.

“Petugas loket itu biasanya orang yang ditugaskan dari pihak bank, kantor pos, ataupun pribadi. Yang oleh pelanggan apabila melakukan proses pembayaran listrik harus meminta struk pembayarannya sebagai bukti. Apabila masih ada surat pemutusan berarti belum terlunas di PLN. Harap konfirmasi ke loket bersangkutan,” tulis Prawira melalui pesan singkat telepon seluler.

Reporter: Rahman Igirisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here