PN Kotamobagu Kembali Gelar Sidang Kasus Meterai Palsu

0
548

PN Kotamobagu Kembali Gelar Sidang Kasus Meterai Palsu Boltim Hukum Kotamobagu

ZONA HUKRIM – Kamis (29/01) sekira pukul 10.00 WITA, Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu kembali menggelar sidang lanjutan kasus meterai palsu yang menjerat dua anggota DPRD Kabupaten Boltim yakni SA alias Sof dan JT alias Jem. Sidang dengan agenda kesaksian terdakwa dipimpin ketua pengadilan Aris Bawono Langgeng SH MH serta anggota Harianto Mamonto, SH dan Christy Kaurong, SH, M.Hum.

Dalam persidangan JPU menghadirkan terdakwa SA alias Sof yang dalam kesaksian terdakwa mengakui dirinya membeli meterai tersebut dari seorang perempuan bernama Gita seharga 4 ribu per lembar meterai. Hakim pun sempat menanyakan kepada terdakwa bahwa dengan harga pembelian tersebut artinya ada keuntungan 2000 per meterai yang kemudian diiyakan terdakwa Sof.

Namun saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Da’wan Manggalupang SH menanyakan apakah meterai itu sudah diketahui adalah palsu, kemudian dijawab terdakwa bahwa dirinya tidak mengetahui sebelumnya kalau meterai tersebut palsu. “Saya tidak bisa membedakan mana asli dan palsu, karena terlihat sama,” ungkap terdakwa Sof.

Sidang pun ditutup Majelis Hakim dengan mengagendakan sidang lanjutan pada Kamis (06/02). “Sidang akan dilanjutkan kamis pekan depan, dengan agenda sidang tuntutan,” kata Hakim.

Diketahui, kasus meterai palsu yang menjerat dua politisi personel Dekab Boltim, terkuak dalam pengembangan kasus Dana Makan Minum (MaMi) Dekab Boltim. Kedua tersangka dalam dakwaan JPU sebelumnya dijatuhi putusan sela oleh Majelis Hakim karena dalam dakwaan JPU tidak mencantumkan pasal KUHP, penahanan kedua terdakwa pun ditangguhkan. Saat ini, kedua tersangka disidangkan dengan materi dakwaan oleh JPU, melanggar pasal 13 huruf a, b UU RI No 13 Tahun 1985 Tentang Bea Meterai dan Pasal 257 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.(zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here