PN Sidangkan Kasus Penganiayaan Anggota Armed Lolak

0
446
PN Sidangkan Kasus Penganiayaan Anggota Armed Lolak Hukum
Tampak terdakwa saat menjalani sidang di PN Kotamobagu

ZONA HUKRIM – Cornelius Rio Loway, terdakwa kasus penganiayaan seorang anggota Atileri Medan (Armed) Lolak, menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu, Selasa (11/11).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nelson Manahan SH, dalam tuntutan yang dibacakannya menyatakan, terdakwa bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 170 ayat 2 ke 2 KUHPidana. Dengannya JPU menjatuhkan tuntutan 7 tahun penjara.

Dalam sidang tersebut, terdakwa kemudian mengungkapkan dihadapan majelis hakim, bahwa dirinya menyesal atas perbuatannya. “Saya sangat menyesal dan meminta maaf atas perbuatan saya. Saya meminta keringanan hukuman dari majelis hakim karena saya tulang punggung keluarga,” ungkapnya dalam pembelaan.

Sidang yang diketuai Majelis Hakim Nur Dewi Sundari SH, kemudian ditunda dengan mengagendakan sidang putusan, Selasa (25/11) dua pekan depan.

Diketahui, kasus ini terjadi di Jalur Dua, Jalan Kantor Bupati Bolmong, Desa Lalow, Kecamatan Lolak. Saat itu, korban Prada Sahlan Hamsa, pergi menaiki sepeda motor bersama temannya Prada Bakso. Setibanya di jalur dua, mereka melihat ada sekolompok pemuda sedang minum minuman beralkohol. Tak lama kemudian terjadi adu mulut antara korban dan para pemuda tersebut, hingga perkelahian pun tak terelakkan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kiri tangannya serta mata sebela kanan hingga mengalami cacat permanen (buta.red) akibat terkena pukulan botol minuman. Usai kejadian, terdakwa melarikan diri kelurar kota, sedankan teman-temannya yakni Cristofel, J. Loway, Mendrik Taas dan Jhon Lendu, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).(zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here