Polres Bolmong Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Warga Imandi

0
299
Polres Bolmong Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Warga Imandi Headline Hukum
Kapolres Bolmong, AKBP William A Simanjuntak SIK, didampingi Kasat Reskrim, AKP A Agung Gede Wibowo Sitepu SIK, saat Konfrensi Pers

ZONA KOTAMOBAGU – Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow (Bolmong) akhirnya menetapkan lima tersangka kasus pembunuhan terhadap korban Tony Rondonuwu, warga Kelurahan Imandi, Kecamatan Dumoga Timur, Bolmong. Kelima orang tersebut yakni FM (31), JM (34), KT (40), FP (38), dan ER (38). Hal itu diuraikan Polres Bolmong dalam konferensi pers bersama sejumlah awak media, Selasa (20/10) sore.

Mengenakan kaos tahanan berwarna merah dengan penutup kepala berwarna hitam, kelima tersangka kemudian berbaris di Ruang Konseling Polres Bolmong. Saat itu juga barang bukti pembunuhan dan tawuran antarkampung ditunjukkan di atas meja, “Barang bukti pembunuhan yang kita amankan di antaranya 23 tombak, dua parang, satu samurai, dan satu tombak, serta satu panah,” ujar Kapolres Bolmong, AKBP William Simanjuntak.

Lanjutnya, kelima tersangka berhasil ditangkap berdasarkan pengembangan informasi dari beberapa saksi kemudian aparat mengumpulkan nama-nama yang dicurigai, dan daftar itu susutkan menjadi empat orang, “Setelah itu kita lakukan interogasi sepanjang malam secara terpisah dan mereka mengaku. Pada saat itu juga terungkap ada satu pelaku lagi,” ujar William.

Lanjutnya, kelimanya disangkakan melakukan pembunuhan secara bersama-sama, “Waktu itu korban terlebih dahulu ditusuk di sekitaran dada dan perut, kemudian dibacok di kepala, korban tumbang dan jatuh. Di hajar lagi di bagian punggung dan kaki dengan parang,” urai William.

Saat itu memang suasana sudah memanas, lima orang ini masuk wilayah imandi di barisan paling depan. “Bukan hanya mereka ada banyak lagi di belakang. Sementara itu tiga orang imandi datang dan kaget, ketakutan, dua berhasil lari, korban tertinggal. Saat itu masyarakat imandi datang namun korban sudah meninggal,” ujarnya.

Kelimanya disangkakan pasal 338, 170, 55 dan 56 KUHP degan ancaman hukuman 12 tahun penjara, “Kepada masyarakat Imandi dan Tambun bahkan seluruh masyarakat BMR agar supaya berfikir banyak kali, jangan sampai melakukan hal yang sama. Karena jika melakukan maka harus dipertanggungjawabkan di depan hukum. Sangat diharapkan ini terjadi terakhir kalinya, jangan ada lagi pertikaian antarkampung,” harapnya.

Kapolres Bolmong berterima kasih kepada semua pihak, terutama masyarakat Imandi dan Tambun. “Terima kasih kepada Polda Sulut, dan jajaran Polres Bolmong yang sudah bekerja siang dan malam baik dalam menjaga agar situasi kondusif, maupun menuntaskan kasus ini,” ujarnya.

Reporter: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here